23 January 2022

6 Daerah di Sulsel Diizinkan Gelar Vaksinasi Anak

Makassar: Sebanyak enam kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan, dinyatakan telah memenuhi syarat melakukan vaksinasi covid-19 untuk anak 6-11 tahun. Hal itu tertuang dalam surat edaran Kementerian Kesehatan RI pada 4 Januari 2022.
23 January 2022

Cegah Omicron, Bandara Makassar Tes Acak Penumpang Tiap Hari

Makassar: Angkasa Pura I rutin melakukan tes kesehatan acak terhadap para penumpang ydi Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, sebagai upaya mencegah penyebaran varian baru covid-19 omicron.
23 January 2022

Vaksinasi Booster, Pemprov Sulsel Tunggu Petunjuk Pusat

Makassar: Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan hingga kini masih menunggu petunjuk teknis terkait pelaksanaan vaksinasi covid-19 booster untuk semua lapisan masyarakat.
23 January 2022

Pemprov Sulsel Kembali Sasar Lansia untuk Vaksinasi Covid-19

Makassar: Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan masih akan terus melakukan vaksinasi covid-19 terhadap masyarakat khususnya bagi para lansia yang sampai saat ini masih belum mencapai 60%.
23 January 2022

Warga Lembang Parang Antusias Ikut Vaksin Covid-19

Vaksinasi massal kembali digelar di Kabupaten Gowa. Kali ini diselenggarakan Pemerintah Kelurahan Lembang Parang, Kecamatan Barombong dengan menggandeng Satnarkoba Polres Gowa.
23 January 2022

Pantau Vaksinasi diSMP BajiMinasa

MARISO, BKM--Kanit Bimmas Polsek Mariso, Iptu Kamaruddin, bersama anggota bhabinkamtibmas Polsek Mariso, Rabu (19/1) memantau pelaksanaan vaksinasi di sekolah menengah pertama (SMP) Baji Minasa, Jalan Baji Minasa. Ia melihat langsung kegiatan vaksinasi tahan pertama dan tahap kedua. Kegiatan vaksinasi di sekolah untuk siswa SMP yang belum vaksin dilaksankan olehBidokkes Polrestabes Makassar. Adapun jenis vaksin yakni Sinovac. Target Vaksinasi sebanyak 50 orang, registrasi 46 orang dan yang divaksin 44 orang serta dua orang tunda. Sedangkan dosis pertama sebanyak 31 orang dan dosis 213 orang. Sementara di luar Makassar tidak ada, kecuali Makassar 44 orang. Sementara juga diadakan Vaksinasi tahap pertama dan tahap kedua yang dilaksanakan oleh Samsat, dan Jasa Raharja serta petugas nakes dari Rumah Sakit Haji di Jalan A Mappanyukki, Kelurahan Mario, Kecamatan Mariso. Kanit Bimmas Polsek Mariso, Iptu Kamruddin, mengemukakan, kegiatan vaksinasi ini akan terus dilaksanakan sehingga sangat diharapkan kepada anggota bhabinkamtibmas yang bertugas di tingkat keluhahan se Kecamatan Mariso agar mengimbau kepada masyarakat dan khususnya kepada lanjut usia (Lansia) yang belum vaksin agar diajak vaksin. (jun)
22 January 2022

Pemprov Tetap Imbau Waspada Covid

MAKASSAR, BKM -- Pemerintah Provinsi Sul- sel tetap menghimbau masyarakat untuk selalu waspada di tengah lonjakan kasus covid-19. Untuk di Sulsel, perkembangan kasus covid-19 masih fluktuasi, kadang terjadi kenaikan dan melandai. Plt Kadis Kesehatan Sulsel, dr Arman Bausat, mengatakan, "dalam sepekan ini jumlah kasus yang ada fluktuatif," katanya, Kamis (20/1). Apalagi adanya varian baru Omicron yang sudah masuk ke Indonesia. Bahkan penyebarannya lebih cepat. Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan imbauan kepada masyarakat untuk mengurangi mobilitas di luar rumah, sebagai upaya untuk mencegah penularan Omicron. Jokowi juga menyarankan masyarakat bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus covid-19. Salah satu caranya, tidak bepergian keluar negeri, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan. "Jumlah kasus konfirmasi (covid-19) harian fluktuatif. Ini mengingatkan kita bahwa covid-19 masih ada disekitar kita. Kepada seluruh masyarakat khususnya di Sulawesi Selatan, untuk mengurangi mobilitas dan kerumunan, tetap mengikuti protokol kesehatan, pentingnya 5M. Wujudkan kewaspadaan itu dalam tindakan nyata. Kita tidak ingin lonjakan kasus kembali terjadi," tuturnya. Bahkan dirinya pun kini telah mengurangi aktivitas yang terjadinya kerumunan. Serta akan menerapkan pertemuan secara virtual. "Melihat kondisi saat ini, kita berencana mengurangi aktivitas jika tidak mendesak. Jadi sementara per- temuan seperti (terima) audiensi akan dilakukan secara virtual," katanya. Ia pun meminta masyarakat untuk melakukan vaksinasi, sebagai upaya dalam membentuk herd immunity (kekebalan kelompok). "Vaksin adalah ikhtiar kita dalam meningkatkan kekebalan tubuh sekaligus menghindari kondisi 'fatality' ketika terpapar Covid-19. Mari masyarakatku yang tercinta, untuk memastikan diri telah melakukan vaksinasi," pintanya. "Jaga kesehatan, imun di tengah kondisi pandemi ini. Serta untuk senantiasa berdoa, semoga Sulsel tetap dalam lindungan-Nya, Aamiin," pungkasnya. (jun)
21 January 2022

Baru Lansia yang Penuhi Syarat Vaksinasi Booster di Makassar

MAKASSAR, BKM -- Pemerintah mulai mengagendakan pemberian vaksinasi booster kepada masyarakat. Vaksinasi tahap tiga ini diprioritaskan bagi mereka yang sudah melewati vaksinasi tahap dua yang diberikan dalam jangka waktu minimal enam bulan. Seluruh masyarakat Indonesia berusis diatas 18 tahun bisa divaksin booster, namun ada kelompok tertentu yang diprioritaskan, yakni orang lanjut usia (lansia) dan Penderita immunokom promais. Khusus di Makassar, pemberian vaksin booster baru difokuskan pada lansia yang telah melakukan vaksinasi tahap dua yang diberikan dalam jangka waktu minimal enam bulan. Alasannya, kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr Nursaidah Sirajuddin, karena baru lansia yang memenuhi syarat. Untuk warga usia 18 tahun dibawah usia lansia, belum bisa dilakukan vaksinasi booster. Itupun yang bisa divaksinasi booster adalah lansia yang sudah melakukan vaksinasi (tahap I dan II). “Baru lansia yang divaksin booster. Untuk masyarakat diatas 18 tahun atau dibawah usia lansia belum bisa,” ungkap dr Ida saat ditemui di Balaikota Makassar, Kamis (13/1). Saat ini, progres vaksinasi lansia baru di kisaran 48 persen. Masih ada sekitar 12 persen yang harus dikejar. Karena capaian vaksinasi lansia belum capai target, kata dr Ida, vaksinasi covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun juga belum bisa diberikan. “Jadi kita sekarang mengejar vaksinasi lansia 60 persen, kapan terkejar bisa kita lakukan vaksinasi anak dan bisa non lansia kita booster,” jelasnya. Dia melanjutkan, sejauh ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulsel untuk ketersediaan vaksin booster. Khusus untuk booster, kata dr Ita, bagi yang divaksin Sinovac di tahap I dan II, maka vaksin boosternya bisa Pfizer atau Moderna. “Khusus untuk Sinovac, sekarang tidak boleh lagi dipakai untuk dosis 1, untuk dosis dua saja karena kita sudah kekurangan logistik untuk Sinovac,” katanya. Sementara itu, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, menekankan, untuk memaksimalkan vaksinasi covid-19 untuk lansia, pihaknya menerjunkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Makassar mencari yang layak untuk divaksin. Diharapkan juga aparat kepolisian dan TNI bisa ikut berkolaborasi memenuhi capaian yang diharapkan. “Saya targetkan vaksinasi untuk lansia bisa dicapai akhir Januari ini. Sehingga Februari mendatang kita sudah bisa melakukan vaksinasi anak 6-11 serta vaksinasi booster untuk warga usia di atas 18 tahun,” tandas Danny. Terpisah, Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman melakukan rapat koordinasi dalam rangka penanganan covid-19 melalui program percepatan vaksinasi untuk memenuhi target 100 persen di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (14/1). Rakor yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda Sulsel ini turut diikuti secara virtual oleh bupati/walikota se Sulsel beserta Forkopimda Kabupaten/Kota se Sulsel. “Alhamdulillah, tanggal 31 Desember 2021 kita berhasil memenuhi target bapak Presiden vaksinasi dosis 1 melebihi 70 persen. Saat ini, kondisi covid-19 di Sul-sel mulai melandai. Saat ini fokus kita, optimalisasi akselerasi percepatan vaksinasi. Untuk memenuhi target 100 persen hingga bulan Maret tahun 2022,” ungkapnya. Selain itu, saat ini juga berfokus pada percepatan vaksinasi bagi lansia untuk mencapai minimal 60 persen. "Agar kita segera bisa memulai pelaksanaan vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun. Saat ini sudah enam kabupaten/kota yang mulai melakukan vaksinasi anak usia 6-11 tahun, yakni Soppeng, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Toraja Utara dan Palopo. Kita harap juga segera bisa dilakukan di kabupaten/kota lainnya,” tuturnya. Lanjutnya plt gubernur, atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, pihaknya berterima kasih kepada seluruh TNI-Polri, Kejaksaan, BIN, DPRD, bupati/wali kota, serta tenaga kesehatan atas sinergi dan kerja bersama untuk percepatan vaksinasi. Kesuksesan yang diraih adalah kesuksesan bersama. “Kita harap terus diperkuat akselerasi percepatan vaksinasi, dengan melibatkan organisasi masyarakat. Kita harap terus diperkuat inovasi layanan vaksinasi, misalnya dengan door to door. Mari kita terus sosialisasi dan memberikan edukasi ke masyarakat agar lansia turut ikut melaksanakan vaksinasi. Ingat, selalu menjaga kesehatan, jaga iman, imun, serta senantiasa berdoa. Mari kita bersama-sama untuk terus Kebut Vaksinasi,” terangnya. Kapolda Sulsel, Irjen Pol Nana Sudjana, juga turut memparkan upaya penanganan penyebaran covid-19 dan percepatan vaksinasi di Provinsi Sulsel. “Apresiasi pelaksanaan vaksinasi dari target 2021 mencapai lebih dari 70 persen, padahal ini impossible. Hal ini berkat kerjasama dan semangat pantang menyerah bersama untuk mencapai target,” ucapnya. Nana menyampaikan agar tetap dilakukan upaya pencegahan sesuai tiga kunci Presiden RI, yakni penegakan disiplin protokol kesehatan, penguatan 3T (testing, tracing dan treatment), serta percepatan vaksinasi. "Covid-19 masih disekitar kita, untuk tetap disiplin protokol kesehatan, penguatan 3T dan akselerasi vaksinasi. Dengan bersama-sama bisa kita atasi,” pungkasnya. Seluruh Forkopimda Sulsel bersama kabupaten/ kota pun menyatakan sikap komitmen untuk bekerja sama dan sinergi dalam melakukan akselerasi percepatan vaksinasi. (jun)
21 January 2022

Plt Gubernur Berbagi Pengalaman di Hotel Claro

MAKASSAR, BKM-- Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, membagikan pengalamannya di hadapan seluruh pejabat kesbangpol provinsi maupun kabupaten/kota se Indonesia, dalam rapat koordinasi nasional badan kesatuan bangsa dan politik (Kesbangpol) yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), di Claro Hotel Makassar, Jumat (14/1). Mulai dirinya bergelut pada perusahaan multinasional, kemudian masuk ranah politik sebagai kepala daerah. Termasuk dalam menghadapi kondisi pandemi covid-19, tetap bisa survive dengan mengimbangi antara perekonomian dan kesehatan. “Dalam menjalankan pemerintahan, perlu menjaga trust (kepercayaan), serta senantiasa membangun teamwork yang baik untuk mencapai kinerja yang diharapkan. Tidak ada orang hebat yang sendiri. Namun hal itu karena keberhasilan dan sinergi bersama untuk mencapai hal itu,” ungkapnya. Diharapkan dalam rapat koordinasi ini untuk menyamakan persepsi terkait politik dan pemerintahan umum, termasuk pemulihan ekonomi dan penanggulangan covid-19. Menurutnya, Kesbangpol memiliki peran yang sangat strategis. Disamping menjalankan fungsi-fungsi sebagai pemerintahan umum, juga untuk berinteraksi dengan kelompok masyarakat dan juga dalam proses sinkronisasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. “Kesbangpol juga berperan dalam menjaga perdamaian dan keamanan terhadap isu-isu SARA. Agama yang terbaik adalah agama yang menjaga kedamaian, menjaga kerukunan, serta menjaga NKRI,” ungkapnya. Dalam kesempatan itu, sejatinya Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar membuka acara Rakornas Badan Kesbangpol ini. Namun ia memilih gubernur termuda di Indonesia itu yang membuka acara Rakornas yang dihadiri lebih dari 300 orang kepala kesbangpol se Indonesia. “Saya mohon izin, saya tidak membuka ini acara, Pak Gubernur saja. (Diminta kesediaan) Gubernur berkenan membuka acara ini karena gubernur sebagai wakil pemerintah pusat, sebagai kepala pemerintahan umum. Maka lebih pantas membuka acara ini adalah Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan (Andi Sudirman Sulaiman),” ungkapnya. Bahtiar menyampaikan, Kesbangpol merupakan satu-satunya OPD yang membantu kepala daerah dalam pemerintahan umum. "Kesbangpol ini tugas pokoknya membantu gubernur, bupati/ wali kota, dalam menjalankan tugas urusan pemerintahan,” katanya. Dalam kedudukannya, Gubernur memiliki tiga jabatan, yakni Gubernur sebagai Kepala Daerah Utama, Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat, Gubernur sebagai Kepala Pemerintahan Umum (di Provinsi). "Penanggung jawab akhir pemerintahan umum di tingkat nasional adalah Presiden sebagai Kepala Pemerintahan,” pungkasnya. Turut hadir Sekretaris Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum, Imran, jajaran Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum, dan bupati Wakatobi. Adapun narasumber yang dihadirkan dari BNN Kementerian Kesehatan, Bappenas, Kementerian Keuangan, dan Kemendagri. (jun)
21 January 2022

Sekkab: Tak Divaksin, Anak Dilarang Ikut BTM

Pemkab Sidrap melalui Dinas Ksehatan bekerjasama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) melakukan sosialisasikan vaksinasi covid-19 pada anak usia 6-11 di Aula SKPD Sidrap. Sosialisasi diikuti 237 kepala sekolah dasar (SD) dengan Prokes ketat dihadiri Sekkab Sidrap, Sudirman Bungi, Kadis Kesehatan, H Basrah, Plt Disdikbud Sidrap, Faisal Sehuddin. Sudirman menyampaikan kepada seluruh kepala sekolah agar vaksinasi anak disosialisasikan terlebih dahulu kepada orang tua anak. “Berikan penjelasan yang baik tentang manfaat vaksinasi anak kepada orang tua agar mereka bisa memahami dengan baik tentang vaksinasi untuk menjaga kekebalan tubuh dari penularan covid-19,” ucapnya.