Euforia Lapang Merdeka, Potensi Menggali Luka

Ribuan warga Kota Sukabumi berkerumun tanpa penerapan prokes saat peresmian Lapang Merdeka Sukabumi oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Minggu 09/01/2021

 

Sukabumi, topicerita.com – Ironisdisaat pemerintah pusat gencar gencarnya melakukan vaksinasi covid – 19, Pemda Provinsi Jawa Barat dan Kota Sukabumi malah memobilisasi masa dengan mengabaikan prokes.Ribuan masyarakat digiring ke Lapang Merdeka untuk euforia peresmian, Minggu (09/01/2022).

Ulah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil didampingi Walikota Sukabumi Achmad Fahmi di masa pandemi ini menuai banyak cibiran, tak terkecuali di berbagai media sosial.

“Masyarakat memang butuh hiburan. Tapi, ya jangan dikorbankan dong. Ini masih masa pandemi? Terlebih  varian omicron sudah masuk ke Indonesia,” ujar Didin Warga Bhayangkara.

Lucunya lagi lanjut dia, usai acara Fahmi mengupload foto Lapang Merdeka yang  dijejali sampah. Menurutnya kelakuan Fahmi ini memperlihatkan ketidak mampuan mengedukasi masyarakat akan pentingnya kebersihan.

Komentar sinis juga di lontarkan pengurus Ormas Gepak Sukabumi. Menurutnya hari Minggu itu menjadi hari sukacita warga Sukabumi, tapi jangan mengorbankan warga untuk masa depan.

Ormas yang satu ini juga mempertanyakan apa urgensinya membangun Lapang Merdeka dimasa Pandemi? Padahal menurutnya masih banyak kepentingan warga yang harus lebih diperhatikan. Masalah ekonomi, pengangguran dan masalah sosial lainya.

“Kemana nurani para pejabat tersebut. Ironisnya Pembangunan Lapdek itu sumber anggarannya dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional ( PEN ) di masa pandemi?,” katanya.

Lanjutnya, konsep anggaran dimasa pandemi sesuai prespektif pemerintah pusat ada tiga hal yang harus dilaksanakan oleh pemerintah daerah dalam menyusun APBD. Konsep APBD di masa pandemi harus mencerminkan penyerapan tenaga kerja lokal, bahan baku lokal dan kesejahteraan sosial.

“Dengan dasar itu Idealnya seluruh kegiatan fisik harus melalui program padat karya. Nah ini suka sukanya aja ngadain proyek lelang. Semua kegiatan proyek di Sukabumi nyatanya dikerjakan oleh orang luar. Ini sudah keluar dari tujuan PEN,” ungkapnya.

Seperti diketahui dari papan pengumuman nilai kontrak pembangunan Lapang Merdeka sebesar Rp. 19 miliar. Menurut Gepak angka ini juga fantastis. Pasalnya hanya sekedar mengecat, pasang tugu dan asesoris tidak ada penambahan gedung baru.

“Bukan saja proyek Lapang Merdeka, proyek pedestrian Jl A Yani dan Rs. Almulk, nyatanya penyelesainya tidak sesuai jadwal kontrak. Karenanya semua kegiatan tersebut patut dipertanyakan. Ini menyangkut anggaran yang bersumber dari uang rakyat,” tandasnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kota Sukabumi Dida Sembada selaku Ketua Satgas Covid -19 Kota Sukabumi yang dihubungi wartawan melalu telepon selulernya menolak berkomentar. Ia hanya menjawab melalui pesan singkat Wa, kegiatan itu acara gubernur.  (Budi Darmawan)https://topicberita.com/euforia-lapang-merdeka-potensi-menggali-luka/