PTM 100 Persen Surabaya yang Diapresiasi DPR, Masih Tunggu Desember, Tunggu Eskalasi Covid

Wawali Armuji menerima kunjungan Komisi X DPR RI di Balai Kota Surabaya, kemarin.

 

Surabaya - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang diterapkan Pemkot Surabaya diapresiasi Komisi X DPR RI. Komisi yang membidangi pendidikan, olahraga, dan sejarah itu, berkunjung ke Balai Kota Surabaya, Jumat (26/11).

Kedatangan mereka disambut Wakil Wali Kota (Wawali) Surabaya Armuji dan jajaran Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya. Saat itu, Wawali Armuji menyampaikan, Komisi X DPR RI ingin mengetahui bagaimana perkembangan dan persiapan pembukaan sekolah, pada proses penyelenggaraan PTM di Kota Surabaya.

“Selain itu, mereka juga ingin mengetahui bagaimana tata kelola penyelenggaraan pendidikan di masa pandemi Covid-19 dan perkembangan pelaksanaan vaksinasi bagi tenaga pendidik,” ujar Armuji.

Meskipun Kota Surabaya tengah berjuang untuk menekan laju Covid-19, Armuji mengatakan bahwa Pemkot Surabaya juga berupaya menyeimbangkan ketentuan pelaksanaan PTM, berdasarkan SKB 4 Menteri dan Instruksi Menteri Dalam Negeri.

“Pemkot Surabaya sangat berhati-hati. Pada pelaksanaan PTM, kami telah berkoordinasi dengan pakar epidemiologi dan pakar kesehatan masyarakat. Hasilnya, Pemkot Surabaya menerapkan 25 persen kapasitas PTM,” kata dia.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Supomo memaparkan, pelaksanaan PTM di Kota Surabaya telah berlangsung di tingkat SD dan SMP. Sedangkan pada pelaksanaannya, pihaknya juga telah meminta izin dari masing-masing wali murid untuk mengikuti PTM.

“PTM ini bisa berlangsung apabila ada persetujuan dari wali murid. Kami juga melibatkan masyarakat, salah satunya adalah orang tua siswa, tetapi juga ada sekolah yang belum menggelar PTM karena belum mendapat persetujuan dari orang tua,” paparnya.

Hingga saat ini, sebanyak 651 SD Negeri dan Swasta, serta 317 SMP negeri dan swasta telah menggelar PTM terbatas. Selanjutnya, pelaksanaan PTM terus dimonitoring berkala.

“Kami juga melakukan tes swab kepada siswa dan guru secara rutin, hasilnya hingga saat ini tidak ditemukan kluster sekolah di Kota Surabaya,” ungkapnya.

Supomo telah menyepakati penerapan PTM secara 100 persen di Kota Pahlawan. Hanya saja, masih ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. “Kami menunggu usai bulan Desember, yang diperkirakan ada eskalasi Covid-19,” terang dia.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Agustina Wilujeng Pramestuti mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya, melalui Dinas Pendidikan Kota Surabaya.

“Kota Surabaya sangat luar biasa. Lasus Covid-19 turun dengan sangat drastis. Pemerintah dan Dinas Pendidikan juga sangat siap dengan melibatkan masyarakat
dalam proses pelaksanaan PTM,” ungkap Agustina.

Kata dia, Kota Surabaya layak menjadi kota percontohan dalam kesiapan tahapan dan pelaksanaan PTM. Sebab, Pemkot Surabaya tengah mempersiapkan diri menuju penerapan pelaksanaan PTM 100 persen.

“Surabaya memiliki cara kongkret menghindari kluster sekolah dengan menggelar tes swab berkala. Hal ini membuat Surabaya sangat baik menjadi percontohan untuk pelaksanaan persiapan PTM bagi seluruh kabupaten/kota di Indonesia,” pungkasnya. (ian/rus)

Nama: Yudi Arianto

Kode: ian