Wagub Minta Sambas Waspadai Omicron

Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan

 

SAMBAS - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan mengingatkan Pemerintah Kabupaten Sambas agar mewaspadai masuknya varian baru Covid-19. Hal ini karena Kabupaten Sambas merupakan salah satu pintu masuk Indonesia dari Malaysia.

"Banyak hal yang harus kita persiapkan mengingat Kabupaten Sambas merupakan pintu masuk Indonesia, terutama wilayah Temajuk. Karena beberapa varian baru sudah terdeteksi di luar negeri, seperti varian Delta (B.1.617.2) dan varian terbaru bernama Omicron (B.1.1.529)," jelas Norsan, kemarin.

Wagub berharap varian baru Omicron tidak masuk ke Kabupaten Sambas karena adanya libur Natal dan Tahun Baru. Oleh karena itu, ia menilai perlu ada percepatan langkah dalam mengantisipasi varian baru tersebut.

Saat Rapat Koordinasi Percepatan Vaksin Covid-19 di Aula Kantor Bupati Sambas, Senin (29/11), ia juga mengingatkan mengenai capaian vaksinasi. Saat ini, capaian vaksinasi Covid-19 Kabupaten Sambas berada di peringkat enam dari 14 kabupaten/kota. Hal tersebut dinilai sudah cukup baik, namun ada beberapa hal yang menurutnya perlu diantisipasi dalam menghadapi Libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

"Saya tekankan kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Sambas dengan dibantu jajaran TNI-Polri untuk meningkatkan koordinasi dalam menghadapi libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru," tegas Wagub Kalbar.

Beberapa langkah dapat diambil untuk mengantisipasi kerumunan masyarakat, termasuk penerapan PPKM Level 3 pada tanggal 24 Desember 2021-2 Januari 2022 untuk mengantisipasi penularan Covid-19.

Sementara itu, Dandim 1208/Sambas, Letkol Inf. Setyo Budiyono, S.H., M.Tr. (Han), menyampaikan informasi mengenai jumlah PMI yang masuk ke Indonesia, yaitu sebanyak 20-25 orang di hari Senin-Jumat dan 40 orang di akhir pekan.

"Kami mengantisipasi saat Natal dan Tahun Baru nanti kemungkinan bisa melonjak jumlahnya. Jadi, kami menyiapkan tempat karantina di PLBN Aruk," kata Letkol Inf. Setyo. Budiyono.

Di samping itu, Wakapolres Sambas, Kompol. Eko Mardianto, S.IK., M.H., menyampaikan laporan sebanyak 35.898 dosis vaksinasi telah disuntikkan di Gerai Vaksin Polres Sambas sejak Maret-November 2021.

"Saat ini, Kabupaten Sambas sudah menempati posisi ke-6. Kami terus berupaya mencapai target cakupan vaksinasi sebesar 70% sebelum Nataru,” ujar Wakapolres Sambas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas berharap sebanyak 50kupan capaian vaksinasi dapat tercapai dengan adanya vaksinasi secara serentak di 11 kecamatan di Kabupaten Sambas.  "Kami akan memaksimalkan vaksinasi dengan stok yang tersedia dan memaksimalkan vaksinasi untuk lansia," papar dr. Fatah. (ron/r)

 r Kalimantan Barat, Ria Norsan mengingatkan agar Pemerintah Kabupaten Sambas mewaspadai masuknya varian baru Covid-19. Hal ini mengingat Kabupaten Sambas merupakan salah satu pintu masuk Indonesia dari Malaysia.

"Banyak hal yang harus kita persiapkan mengingat Kabupaten Sambas merupakan pintu masuk Indonesia, terutama wilayah Temajuk. Karena beberapa varian baru sudah terdeteksi di luar negeri, seperti varian Delta (B.1.617.2) dan varian terbaru bernama Omicron (B.1.1.529)," jelas Norsan, kemarin.

Wagub berharap varian baru Omicron tidak masuk ke Kabupaten Sambas karena adanya libur Natal dan Tahun Baru. Oleh karena itu, ia menilai perlu ada percepatan langkah dalam mengantisipasi varian baru tersebut.

Saat Rapat Koordinasi Percepatan Vaksin Covid-19 di Aula Kantor Bupati Sambas, Senin (29/11), ia juga mengingatkan mengenai capaian vaksinasi. Saat ini, capaian vaksinasi Covid-19 Kabupaten Sambas berada di peringkat enam dari 14 kabupaten/kota. Hal tersebut dinilai sudah cukup baik, namun ada beberapa hal yang menurutnya perlu diantisipasi dalam menghadapi Libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

"Saya tekankan kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Sambas dengan dibantu jajaran TNI-Polri untuk meningkatkan koordinasi dalam menghadapi libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru," tegas Wagub Kalbar.

Beberapa langkah dapat diambil untuk mengantisipasi kerumunan masyarakat, termasuk penerapan PPKM Level 3 pada tanggal 24 Desember 2021-2 Januari 2022 untuk mengantisipasi penularan Covid-19.

Sementara itu, Dandim 1208/Sambas, Letkol Inf. Setyo Budiyono, S.H., M.Tr. (Han), menyampaikan informasi mengenai jumlah PMI yang masuk ke Indonesia, yaitu sebanyak 20-25 orang di hari Senin-Jumat dan 40 orang di akhir pekan.

"Kami mengantisipasi saat Natal dan Tahun Baru nanti kemungkinan bisa melonjak jumlahnya. Jadi, kami menyiapkan tempat karantina di PLBN Aruk," kata Letkol Inf. Setyo. Budiyono.

Di samping itu, Wakapolres Sambas, Kompol. Eko Mardianto, S.IK., M.H., menyampaikan laporan sebanyak 35.898 dosis vaksinasi telah disuntikkan di Gerai Vaksin Polres Sambas sejak Maret-November 2021.

"Saat ini, Kabupaten Sambas sudah menempati posisi ke-6. Kami terus berupaya mencapai target cakupan vaksinasi sebesar 70% sebelum Nataru,” ujar Wakapolres Sambas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas berharap sebanyak 50kupan capaian vaksinasi dapat tercapai dengan adanya vaksinasi secara serentak di 11 kecamatan di Kabupaten Sambas.  "Kami akan memaksimalkan vaksinasi dengan stok yang tersedia dan memaksimalkan vaksinasi untuk lansia," papar dr. Fatah. (ron/r)