Harnojoyo Masih Pertimbangkan Soal Penyekatan

Screenshot

 
 
 
 
PALEMBANG- PPKM level 3 yang akan diberlakukan di semua wilayah Indonesia pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 24 Desember hingga 2 Januari 2021 akan dijalankan termasuk di kota Palembang.
 
Menanggapi hal tersebut, Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan akan mengikuti aturan yang ada tersebut.
 
"Ya, kita akan ikuti sesuai dengan intruksi yang ada dan kita lihat dulu aturannya seperti apa," ujar dia, Senin (29/11) usai sidang paripurna di DPRD Kota Palembang.
 
Begitu juga soal penyekatan pihaknya pun akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak terkait.
 
 
"Kita lihat dan pelajari dulu aturannya seperti apa. Jika memang ada penyekatan akan kita lakukan koordinasi," tutur dia.
 
Kata dia, dalam intruksi tersebur jelas pemerintah melarang masyarakat untuk melakukan libur Natal dan Tahun Baru.
 
Begitu pun dengan ASN yang juga dilarang untuk melakukan libur atau pergi keluar kota.
 
Dilakukan ini, kata dia  untuk mencegah terjadi penularan covid-19 yang diprediksi bakal tinggi sekali mobilitas saat Nataru ini dan khawatir ancaman gelombang ketiga.
 
"Karenanya kita terus menghimbau dan terus mengingatkan agar tetap jaga protokol kesehatan, jangan abai terutama pakai masker dan ayo vaksin," tuturnya.
 
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Ratu Dewa mengatakan  berdasarkan intruksi dari pusat terkait PPKM level 3 saat Nataru semua fasilitas umum itu ditutup.
 
"Seperti kalau kita di BKB dan pusat-pusat fasilitas umum yang lainnya," ujarnya.
 
Lalu, bagaimana dengan mall ? Dewa mengatakan untuk mall tetap boleh buka  namun dengan kapasitas 50 persen.
 
"Pengaturan sarana transportasi baik yang masuk ke kota Palembang dan perbatasannya. Untuk penyekatan kita belum ada pembahasan sampai situ," ungkap dia.
 
 
Selain itu, dalam penerapan PPKM level 3 nantinya juga termasuk pelayanan di ASN 50 persen nantinya selama ini 75 persen.
 
Tambah Dewa, terkait libur ASN ditiasakan atau tak diperbolehkan kecuali dalam keadaan benar-benar mendesak.
 
"Tidak boleh cuti apalagi kalau ada izin dalam rangka pulang kampung ," ungkapnya.(rie)