UMKM Menjadi Kunci Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi

pdf

 
CIBINONG - Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) turut terdampak pandemi Covid-19. Meski demikian, UMKM dinilai menjadi kunci untuk pemulihan ekonomi. “UMKM menjadi salah satu sektor yang akan mampu memulihkan ekonomi di Kabupaten Bogor di tengah pandemi Covid-19,” kata Bupati Ade Yasin, Senin (29/11).
Dia pun meminta forum UMKM Kabupaten Bogor untuk memberikan kontribusinya dalam meningkatkan kualitas produksi demi akselerasi pertumbuhan ekonomi. “Saya berharap forum UMKM bisa memaksimalkan program pemerintah untuk mendongkrak kualitas UMKM kita. Karena itu yang harus dilakukan demi pemulihan ekonomi,” kata Ade Yasin.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi sektor UMKM terhadap serapan tenaga kerja sebesar 25,27 persen atau 592.089 orang dari total 2.342.939 angkatan kerja yang terserap. Namun, pengembangan UMKM masih mengalami banyak persoalan dari mulai legalitas, kemampuan produksi hingga pemasaran.
Ade Yasin berharap beberapa persoalan tersebut bisa segera dicarikan solusi dengan mensinergikan program pemerintah dengan program forum UMKM dan Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor. “Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas dan memperluas akses UMKM. Contohnya saat diminta membuka Hypermart saya mensyaratkan agar produk lokal Kabupaten Bogor bisa masuk dan mereka setuju,” kata Bupati Ade Yasin. Namun, ketika itu terbangun, dari 129 produk yang diajukan pemerintah, hanya 39 produk yang disetujui. Hal tersebut dikarenakan masih ada sejumlah produk yang belum memenuhi standar baik dari aspek legalitas maupun kualitas produk.
“Dan yang bisa masuk juga belum bisa memenuhi permintaan dalam jumlah besar karena sistem pembayarannya tempo, bisa 14 hari baru dibayar. UMKM modalnya terbatas, mereka maunya beli bayar,” kata dia. Lalu terobosan lainnya adalah dengan mempermudah proses perijinan, sertifikasi halal, dan akses permodalan. Selain itu, pemerintah juga telah membuka akses pemasaran digital dengan menggandeng platform market place alibaba.comuntuk memasarkan produk UMKM Kabupaten Bogor.
“Tapi belum banyak pelaku UMKM yang memanfaatkan fasilitas tersebut. Padahal kita bayar loh, Rp75 juta pertahun. Karena itu saya minta forum UMKM dan juga Kabekraf untuk mendampingi mereka memanfaatkan fasilitas tersebut,” ungkapnya.
Ketua Forum UMKM Kabupaten Bogor, Hasan Haikal Thalib berharap Pemkab Bogor bisa membangun Rumah Konsultasi yang didirikan di setiap kecamatan agar usaha lebih terarah. Hasan menilai, Rumah Konsultasi tersebut akan membuka apa yang sebenarnya persoalan yang terjadi yang dihadapi setiap pelaku UMKM di Kabupaten Bogor. “Saat ini Pemkab Bogor luar biasa perhatiannya terhadap UMKM yang dinilai sebagai sektor untuk memulihkan ekonomi. Tapi menurut kami bantuan itu akan lebih terarah jika ada Rumah Konsultasi, agar bisa diketahui apa persoalan yang dihadapi UMKM,” kata Hasan.
Menurutnya, Rumah Konsultasi tersebut akan sangat dibutuhkan baik oleh pemerintah maupun pelaku UMKM sendiri. Terlebih luas wilayah Kabupaten Bogor yang begitu luas. “Dengan luas Kabupaten Bogor, ini menjadi persoalan kalau pemerintah atau pelaku UMKM mendatangi dan menyelesaikan persoalan. Tapi kalau asa Rumah Konsultasi semua bisa diadukan, di mediasi di setiap kecamatan. Tentu ini akan memudahkan,” jelas Hasan.
Disamping itu, Rumah Konsultasi juga dinilai sebagai salah satu media untuk memberikan ruang kepada pelaku UMKM di Kabupaten Bogor untuk mengembangkan diri.
Kata Hasan, sejauh ini baru sekitar 40 persen pelaku UMKM di Kabupaten Bogor yang melek teknologi, mengembangkan pasarnya di dunia digital. “Persentase tersebut kami ketahui setelah melakukan uji metode statistik terhadap pelaku UMKM. Kami lihat masih banyak yang belum terlatih, bahkan banyak yang belum menyadari akan besarnya pasar digital. Sehingga ini perlu pelatihan mendalam,” katanya.
Apalagi, sambungnya, saat ini Kabupaten Bogor telah membeli domain alibaba.com untuk mengembangkan sayap pasar UMKM ke kancah dunia yang lebih luas. “Nah ini yang harus dipikirkan, bagaimana caranya kita mengembangkan dengan maksimal kesempatan ini. Apalagi dunia digital dengan pasar yang luar biasa luas. Kami harap Rumah Konsultasi ini bisa diwujudkan,” jelas Hasan.=MAM