KBM SMAK Giovanni Taat Prokes

JARAK DUDUK -Jarak duduk siswa-siswi SMA Katolik Giovanni Kupang di dalam kelas mengikuti aturan prokes.

 

UBAHLAKU,  KUPANG-Berkat ketaatan siswa-siswi, guru dan pegawai terhadap protokol kesehatan (prokes), pembelajaran tatap muka SMA Katolik  Giovanni Kupang sejak tanggal 20 September 2021, berjalan aman dan lancar.

Pihak sekolah secara ketat mewajibkan siswa-siswi, guru dan pegawai memakai maskes, mencuci tangan pakai sabun pada air mengalir yang telah disiapkan di sekolah, mengukur suhu tubuh memakai thermo gun,  menjaga jarak, mengurangi mobilitas di lingkungan sekolah.

Untuk menjaga jarak pihak sekolah mengatur 50% tatap muka, 50% sekolah online.   Kelas X dan  XI mendapat  jatah tatap muka satu minggu  3 hari dan kelas XII porsi lebih banyak tatap muka.

Sebulan 3 minggu tatap muka dan satu minggu online.
Kepala SMA Katolik Giovanni Kupang, Romo Drs. Stefanus Mau,Pr yang dihubungi Rabu, 24 November 2021 mengatakan, strategi pembelajaran adalah pendalaman dan penguatan materi atau kompetensi dasar yang sulit. Dalam pembelajaran online ada kompetensi dasar yang sulit dibahas dalam pembelajaran online.

Dalam pembelajaran tatap muka, siswa-siswi sangat terbantu karena materi sulit dibahas bersama guru dengan menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).  Dalam pembelajaran tatap muka guru dapat mengenal dan menilai siswa  secara baik dari segi pengetahuan, keterampilan dan karakter.

Lanjut Romo Stef, selama pembelajaran masa Covid-19,  semua warga sekolah taat prokes teristimewa saat tatap muka di kelas. Di kelas,  siswa-siswi hanya berjumlah 15-17 orang dengan jarak duduk 1,5 - 2 meter.

Proses pembelajaran sampai saat ini tidak ada kejadian luar biasa terkait Covid. Tidak ada yang mengalami sakit yang luar biasa.

Siswa-siswi sendiri berusaha untuk taat prokes, menggunakan masker, membawa hand sanitizer, air minum, makanan, dll. Saat kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak ada jam istirahat.

Masuk sekolah pukul  07.30-12.10. Siswa-siswi pulang rumah dengan menggunakan kendaraan sendiri, dijemput orang tua dan menggunakan kendaraan umum. Siswa-siswi, guru, pegawai sangat taat walaupun ada satu, dua orang yang selalu ditegur karena melepas masker.

Sekolah juga, kata Romo Stef,  menyiapkan masker cadangan jika  ada siswa-siswi, guru, pegawai yang membutuhkan. Di sekolah ada tes suhu. Dan,  demi pengamanan diberlakukan piket guru pada pintu masuk dan di setiap lantai 1, 2, 3 guna mengawasi siswa-siswi agar tidak berkerumun.

Siswa-siswi, guru dan pegawai SMA Katolik Giovanni Kypang, kata Romo Stef sudah 95,8 % mendapat vaksinasi tahap 1 dan 2.   Sisanya 4.2%   belum mendapat vaksinasi karena masalah kesehatan.
Sebelum pembelajaran tatap muka, pihak sekolah mengadakan rapat virtual dengan orang tua murid dan hampir semua mendukung.

Dukungan itu nyata diimplementasikan dengan menyiapkan masker, hand sanitizer serta mengantar dan menjemput anak tepat waktu sehingga tidak terjadi kerumunan.Selai itu mendorong siswa-siswi untuk mengikuti vaksinasi tahap 1 dan 2.  

Salah satu orang tua murid, Paul Tokan mengaku senang karena anak-anak sudah bisa mengikuti KBM tatap muka, karena lebih memudahkan mereka mengerti terhadap pelajaran yang diajarkan oleh guru. (gem)


Keterangan: Jika ditulis nama lengkap, Gerardus Manyella dan inisial di koran (gem)