Jadi yang Pertama Deklarasi Herd Immunity

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi

 
JOGJARadar Jogja - Masifnya percepatan vaksinasi di Kota Jogja membuahkan hasil. Realisasi vaksinasi yang dicapai mampu memberikan kado terindah pada HUT ke-265 Kota Jogja. Per 7 Oktober mendatang, herd immunity atau kekebalan komunal berhasil dicapai.
 
Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti (HS) mengatakan seluruh kemantren di Kota Jogja bakal mendeklarasikan tuntas vaksin tepat HUT Kota Jogja 7 Oktober. Hal ini menjadi bukti bahwa di Kota Jogja sudah terbentuk herd immunity. Capaian vaksinasi pun dapat digapai minimal 80 persen. "Kita akan deklarasi 14 Camat (Mantri Pamong Praja) mengenai kecamatan sudah tuntas vaksin. Deklarasinya nanti urut abjad, bukan capaian terkecil atau terbesar," katanya. 
 
Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) optimis pada 7 Oktober seluruh warganya sudah tervaksin dan akan menjadi kado untuk Kota Jogja. Kalau pun ada warga yang belum tervaksin, mereka adalah penyintas dan komorbit yang harus menunggu masa pemulihan untuk divaksin. "Optimis insyaallah Oktober ini seluruh warga kota (layak vaksin) sudah tervaksin. Semoga dengan HUT kota ke 265 ini warga kota sudah herd immunity," kata HP.
 
Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja itu menjelaskan pergerakan capaian vaksinasi dosis pertama diklaim memang agak terlambat. Ini karena pada minggu-minggu kemarin masih konsentrasi pada vaksinasi dosis kedua seperti sasaran para pelajar di Kota Jogja. Namun demikian, kegiatan vaksinasi masih terus digencarkan terutama untuk dosis pertama. "Awal Oktober ini vaksinasi dosis pertama mulai dilakukan lagi. Ya harapan kami dosis pertama di wilayah dan sentra-sentra segera juga mempercepat, karena tanggal 7 Oktober seluruh warga kota Jogja yang layak vaksin sudah kita vaksin semuanya," ujarnya.
 
Sampai dengan saat ini, capaian vaksinasi penduduk kota sekitar 73 persen jika dibandingkan dengan total penduduk kota yang wajib vaksinasi. Namun, jika dihitung dari total penduduk kota wajib vaksin dikurangi dengan warga penyintas Covid-19 dan komorbit capaiannya sekitar 82 persen. Capaian ini terbilang tinggi, terbukti penyisiran warga belum tervaksin pun sulit ditemukan di wilayah. "Kenyataan di lapangan sekarang ini, teman-teman RT sudah agak kesulitan mencari warga yang belum tervaksin. Biasanya ketemunya adalah orang-orang yang belum vaksin ya karena penyintas atau komorbit yang harus menunggu masa pemulihan dulu," jelasnya.
 
Dengan begitu, saat ini Pemkot hanya tinggal menunggu kesediaan dari warga yang belum tervaksin dari kalangan penyintas dan komorbit tersebut memenuhi syarat untuk divaksin. Bagi warga yang belum divaksin segera datang ke puskesmas atau sentra-sentra layanan vaksinasi yang bisa mendaftar melalui aplikasi Jogja Smart Service (JSS). "Harapan kami Oktober ini kondisi kesehatan masyarakat kota Jogja lebih baik karena sudah tervaksin semua. Sehingga kita sudah bisa melakukan aktifitas-aktfitas ekonomi meskipun dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat," tambahnya.
 
Selain itu, Pemkot juga tengah mensinkronkan data vaksinasi di Pusdatin terutama bagi penduduk KTP kota yang tinggal di luar kota. Ini untuk memastikan mereka sudah divaksin. Dari data yang dimilikinya, ternyata 20 persen penduduk kota Jogja tidak tinggal di kota Jogja. "Sedang disisir lagi ini karena mereka tidak tinggal dikota, ya harapan kami warga pemilik KTP Jogja yang tinggal di luar kota segera memvaksin ditempat terdekat mereka supaya kami bisa menyisir data itu di Pusdatin," katanya.(wia/pra)