Museum Sangiran Segera Dibuka dengan Prokes Ketat

Espos-Moh. Khodiq Duhri/Suasana di lingkungan Museum Manusia Purba Sangiran yang masih ditutup karena pandemi Covid-19, Rabu (31/3/2021) lalu.

 

SRAGEN — Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Sragen dan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran sudah menggelar simulasi pembukaan museum pada awal September 2021 lalu.

Museum Sangiran sempat ditutup total selama 2020. Pada pertengahan April lalu, museum ini dibuka lagi dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. 

Akan tetapi, melonjaknya kasus positif Covid-19 membuat Bupati Sragen menginstruksikan penutupan Museum Sangiran lagi pada awal Juli lalu. 

Hingga kini, Museum dari situs yang sudah dinobatkan sebagai Warisan Budaya Dunia itu masih ditutup. 

Akan tetapi, tanda-tanda akan dibukanya lagi Museum Sangiran sudah terlihat. Sebagai tahap persiapan, Disparpora Sragen bersama BPSMP Sangiran menggelar simulasi pembukaan museum pada awal September lalu.

Hasil evaluasi dari simulasi pembukaan Museum Sangiran itu sudah diserahkan kepada Dispora Jawa Tengah (Jateng). Disparpora Sragen tinggal menunggu lampu hijau dari Dispora Jateng terkait uji coba pembukaan Museum Sangiran.

"Terkait uji coba [pembukaan Museum Sangiran], kami masih menunggu hasil rapat hari ini di Provinsi," ujar Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah raga (Disparpora) Sragen, Yusep Wahyudi, kepada Solopos.com, Senin (4/10/2021). 

Dalam simulasi pembukaan Museum Sangiran, Yusep mengakui masih ada sejumlah kekurangan yang perlu diperbaiki dalam simulasi itu. Salah satunya terkait penggunaan aplikasi peduli lindungi sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) maupun Instruksi Bupati Sragen. Penggunaan aplikasi peduli lindungi rencananya akan diterapkan dalam uji coba pembukaan Museum Sangiran.

Uji coba pembukaan Museum Sangiran nantinya menjadi tolok ukur bagi uji coba pembukaan objek wisata lain seperti Sumber Mata Air Panas Bayanan. Sesuai Instruksi Mendagri, objek wisata termasuk tempat umum yang baru bisa dibuka saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level dua.

Saat ini, Sragen masih menerapkan PPKM level tiga. Harapannya, kata Yusep, Sragen sudah turun ke level dua. Yusep menegaskan semua harus dijalani sesuai prosedur dan aturan yang berlaku. Uji coba pembukaan Museum Sangiran kemungkinan berlaku 1-2 kali. 

"Kalau lancar, nanti bisa dibuka bertahap. Harapan saat dibuka nanti, semua bisa save. Semua pengunjung, pelaku wisata seperti UMKM dan para guide bisa bekerja lagi dengan aman,” ujarnya. (MKD)