Tembus 100 Juta, Pemerintah Terapkan Vaksinasi Merata dan Setara

PDF Neraca

 
 
Jakarta, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan Indonesia berada di posisi kelima negara di dunia yang sudah mendapatkan akses vaksinasi COVID-19 bagi lebih dari 100 juta penduduk. "Sekarang sudah 163 juta suntikan diberikan, lebih dari 100 juta rakyat mendapatkan suntikan pertama dan sudah lebih 50 juta yang mendapatkan lengkap dua kali suntik," kata Menkes Budi Gunadi saat konferensi pers PPKM yang digelar secara daring di Jakarta, kemarin.
Menkes mengatakan kondisi tersebut memposisikan Indonesia menjadi negara kelima di dunia yang sudah melebihi 100 juta orang warganya yang disuntik vaksin. Lebih lanjut, dia mengatakan, laju suntikan vaksin sudah menembus angka dua juta per hari yang tercatat pada 23 dan 25 September lalu. Diharapkan seterusnya bisa melewati dua juta dosis per hari.
Mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) Nomor HK.01.07/Menkes/6424 Tahun 2021 tentang petunjuk teknis vaksinasi Covid-19 dalam rangka penanggulangan Covid-19, vaksinasi Covid-19 di Indonesia dilakukan secara merata dan setara. Pemerataan itu juga menyasar lansia, kelompok rentan dan penyandang disabilitas. 
"Masih banyak saudara kita yang belum mendapatkan haknya (vaksinasi). Tentunya tidak akan berhenti sampai di sini. Kita pastikan vaksinasi Covid-19 merata dan setara. Mencakup semua lansia yang masuk kategori dan penyandang disabilitas yang sudah tercatat danjuga anak-anak kita," kata Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Reisa Brotoasmoro. 
Bahkan, lanjut Reisa, prisip merata dan setara ini pun diterapkan kepada warga negara asing (WNA) yang berada di Indonesia. Menurutnya, WNA yang berstatus pengungsi di Indonesia berhak mendapat vaksinasi Covid-19. "Mengatur bahwa selain diplomat dan pemegang izin tinggal di indonesia, atau pemegang Kitas dan Kitap, WNA yang berstatus pengungsi pun berhak divaksinasi," ungkap Reisa.  
Adapun caranya yakni dengan mengikuti vaksinasi gotong-royong yang didaftarkan oleh organisasi nirlaba internasional yang berkedudukan di Indonesia. Reisa menuturkan, Keputusan Menteri Kesehatan itu pun mengizinkan pemda mengikutkan para pengungsi apabila memang capaian vaksinasi mereka sudah tinggi. "Atau minimal sudah 70 persen capaian vaksinasi dosis pertama di daerah tersebut," katanya. 
Berdasarkan data kemkes.go.id, hingga kini jumlah masyarakat yang sudah divaksinasi dosis kedua mencapai 56.106.006 orang atau 26,94 persen dari target. Sementara jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin Covid-19 dosis pertama yakni sebanyak 98.146.308 orang atau 47,13 persen dari target. 
Pemerintah menargetkan 208.265.720 orang yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19. Adapun sasaran pada tahap pertama untuk tenaga kesehatan yakni sebanyak 1.468.764 orang. Hingga saat ini, sebanyak 1.988.811 orang atau 135,41 persen tenaga kesehatan sudah divaksinasi dosis pertama dan 1.852.699 orang atau 126,14 persen yang telah disuntik dosis kedua. Kemudian, sebanyak 992.000 orang atau 67,54 persen tenaga kesehatan sudah divaksinasi dosis ketiga. Sasaran pada tahap kedua untuk petugas publik sebanyak 17.327.167 orang. H
Hingga saat ini, sebanyak 27.869.637 orang atau 160,84 persen petugas publik sudah divaksinasi dosis pertama dan 21.202.176 orang atau 122,36 persen telah disuntik vaksin dosis kedua. Sementara itu, sebanyak 2.572.802 orang guru dan tenaga pendidik yang divaksinasi dosis pertama dan 2.141.886 orang sudah disuntik vaksin Covid-19 dosis kedua. Adapun, sasaran vaksinasi untuk lansia sebanyak 21.553.118 orang.
Meski angka vaksinasi sudah termasuk tinggi, Reisa mengatakan, Satgas Covid-19 tetap meminta masyarakat agar terus menerapkan protokol kesehatan (prokes) setelah selesai divaksinasi. Pasalnya, selain vaksin, disiplin penerapan prokes merupakan salah satu cara ampuh untuk mencegah risiko penularan Covid-19. Adapun prokes yang harus dipatuhi sesuai dengan Surat Edaran (SE) Nomor 16 Tahun 2021 adalah 6M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, serta menghindari makan bersama. (wedi)