Insentif Bagi Nakes Sudah Cair Rp7,4 Triliun

Tangkapan layar tenaga kesehatan yang bertugas di Rumah Sakit Darurat Covid-19 wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, saat jumpa pers virtual, Senin (27/10/2021).

 

JAKARTA--Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyalurkan insentif dan santunan bagi sekitar 940.000  tenaga kesehatan yang terlibat dalam penanganan Covid-19 sebesar Rp7,4 triliun di Indonesia. Sementara itu, tingkat keterisian tempat tidur  (bed occupancy rate/BOR)  Rumah Sakit Darurat Covid-19 atau RSDC Wisma Atlet Kemayoran mengalami penurunan seiring penurunan jumlah kasus baru.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemenkes, Kirana Pritasari, mengatakan pemerintah mengalokasikan anggaran Rp9,07 triliun untuk insentif dan santunan kematian bagi nakes yang gugur. Jumlah dana yang telah disalurkan Rp7,4 triliun dan Rp6,4 di antaranya untuk insentif.

“Mudah-mudahan pencairan berjalan baik dan para sukarelawan ini bisa menerima dengan tepat waktu. Kami menyampaikan terimakasih kepada nakes dan sukarelawan yang bergabung untuk menangani pandemi ini,” kata dia kepada wartawan saat jumpa pers virtual, Senin (27/9/2021).

Kirana mengatakan Kemenkes telah merekrut sekitar 7.000 sukarelawan untuk membantu pelayanan fasyankes dalam penanganan Covid-19 selama Januari sampai September 2021. Dengan adanya penurunan kasus aktif, jumlah sukarelawan menjadi 4.300 orang. Jumlah tersebut tidak termasuk sukarelawan yang direkrut pemerintah daerah.

“Peningkatan kasus yang luar biasa membutuhkan tenaga dan peran sukarelawan yang sangat besar. Dengan kemauan sendiri mereka ikut bergabung. Kami bekerja sama dengan berbagai pihak seperti organisasi profesi dan asosiasi institusi pendidikan. Kami berterimakasih karena kebutuhan sukarelawan kadang meningkat cepat tapi bisa terpenuhi,” paparnya.

Perwakilan Koordinator RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Kolonel Laut Tjahja Nurrobi, menjelaskan rumah sakitnya pernah merawat sekitar 7.000 pasien dalam waktu yang sama Juni lalu. RSDC Wisma Atlet telah dibantu para sukarelawan sehingga para pasien mendapatkan pelayanan atau tidak sampai terlantar.

“Terimakasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada Kemenkes, Kementerian PUPR, dan Kementerian BUMN yang telah mendukung peralatan kesehatan dan personel tenaga kesehatan. Sukarelawan nakes terbesar ada di Wisma Atlet. Ini sejalan dengan kebutuhan peralatan dan nakes untuk merawat pasien Covid-19 selama pandemi,” paparnya.

Dia mengatakan jumlah BOR terus mengalami penurunan hingga 309 pasien atau 3,91 persen per Senin (27/9/2021). BOR turun sejalan dengan penurunan jumlah orang terkonfirmasi Covid19 tingkat nasional. 

Meski tingkat keterisian tempat tidur mengalami penurunan, Tjahja memastikan Wisma Atlet tetap bersiaga selama pandemi global belum berakhir dengan penyediaan Intensive Care Unit (ICU), obat-obatan, oksigen, dan ketersediaan nakes. RSDC Wisma Atlet juga mendukung percepatan vaksinasi melibatkan 600 nakes sebagai vaksinator di wilayah setempat. (Wahyu Prakoso)

KETERANGAN: Kode wartawan saya Yup tetapi selalu ditulis nama lengkap Wahyu Prakoso. Solopos memakai byline atau nama penulis dalam sebuah naskah berita. Byline berita salah satunya berfungsi supaya pembaca tahu mana wartawan yang bisa menulis dengan baik dan mana yang tidak baik.  Byline adalah bentuk pertanggungjawaban. Wartawan akan berhati-hati dalam menulis berita sebelum mengirim ke newsroom karena namanya akan ditulis dalam artikel. Ini menjadi bukti siapa penulis berita. Terimakasih
 
 
Area lampiran