Pemda Evaluasi PTM Terbatas, Jika Satu Sekolah Positivity Rate Lebih 5 Persen Akan Ditutup 14 Hari

Sekda Kota Cirebon, Agus Mulyadi saat berbicara dalam rapat koordinasi tim monev provinsi dan pembinaan UKSM tahun 2021 di Dinas Pendidikan Kota Cirebon, secara virtual.*

 

CIREBON, (KC).-
Keberadaan Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKSM) diminta dioptimalkan kuantitas dan kualitasnya sehingga dapat menjadi perwakilan satgas di sekolah.
Sekretaris Daerah Kota Cirebon H. Agus Mulyadi menjelaskan, semua sekolah dari berbagai tingkatan di Kota Cirebon sudah melaksanakan PTM terbatas. Mereka menerapkan blended learning atau gabungan keunggulan pembelajaran yang dilakukan secara tatap muka dan virtual. 
“Secara teknis, pelaksanaan PTM terbatas di Kota Cirebon sudah mematuhi prokes,” tutur Agus, Rabu (13/10/2021), usai rapat koordinasi tim monev provinsi dan pembinaan UKSM tahun 2021 di Dinas Pendidikan Kota Cirebon, 
Menurutnya, selama sebulan perjalanan PTM terbatas tidak ditemukan penambahan kasus baru di dunia pendidikan.
Namun untuk penanganan pandemi Covid-19, pihaknya akan melakukan tes sampling di beberapa sekolah.
“Kita akan evaluasi. Supaya kita yakin bahwa kondisi saat ini benar-benar aman. Tes sampling dilakukan di beberapa sekolah apabila ditemukan penambahan kasus masih di bawah 5 persen, maka kelas yang ditemukan kasus itu yang akan diistirahatkan 10-14 hari. Namun jika positivity rate-nya lebih dari 5 persen, maka akan ditutup satu sekolah. Ini sudah sesuai dengan aturan yang berlaku,” tutur Agus.
Dengan tes sampling ini, Agus berharap dapat merepresentasikan bahwa pandemi Covid-19 ini masih bisa dikendalikan dengan baik. 
“Untuk anak SD itu mewakili kelompok klaster rumah tangga. Kalau anak SD, positivity ratenya nol, kita yakin klaster rumah tangga aman. Sedangkan tingkat SMP dan SMA mewakili klaster masyarakat umum. Karena mobilitas anak-anak itu yang cukup dinamis," katanya.
Pada kesempatan itu, Agus juga menjelaskan semua sekolah di Kota Cirebon sudah memiliki UKSM. Hanya saja, Agus meminta agar keberadaan UKSM dapat ditingkatkan kualitasnya. 
"Sehingga di masa pandemi Covid-19 ini, UKSM dapat menjadi perwakilan satgas di sekolah,” tutur Agus. 
UKSM juga diharapkan mampu membuat prosedur tetap apabila ada kasus terkonfirmasi ditemukan di sekolah.  “Mereka harus berbuat apa. Ini yang penting dilakukan,” tutur Agus. 
Agus juga meminta agar perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi kebiasaan baru yang diterapkan di setiap sekolah.
Kepala Sub Kesehatan Biro Kesra Pemprov Jabar, Muftiah Yulismi menjelaskan, mereka telah melakukan roadshow ke berbagai daerah di Jabar untuk memotret pelaksanaan PTM terbatas. 
“Hari ini (kemarin, red.-) kami sudah mendapatkan paparan dari Disdik Kota Cirebon, KCD dan Kementerian Agama,” tutur Muftiah. 
Dari paparan tersebut, mereka menyimpulkan pelaksanaan SKB 4 menteri untuk pelaksanaan PTM terbatas sudah dipahami oleh satuan pendidikan bahkan petunjuk pelaksanaannya juga telah dijalankan dengan baik.
Muftiah juga menjelaskan, Kementerian Kesehatan sudah melakukan uji sampling terhadap siswa yang melakukan PTM terbatas di Kota Bogor dan Kota Bandung. “Alhamdulillah Kota Cirebon sudah berinisiatif melakukan uji petik itu,” tutur Muftiah.
Muftiah juga menambahkan, November mendatang akan digelar rapat koordinasi (rakor) UKSM tingkat Pemprov Jabar. Selanjutnya, akan dipilih 3 kabupaten dan kota di Jabar yang dapat menjadi model pelaksanaan PTM terbatas dengan baik. 
“Mudah-mudahan UKSM di Kota Cirebon bisa jadi contoh pelaksanaan PTM terbatas yang baik mewakili daerah utara,” tutur Muftiah.(Alif Santosa/Kabar Cirebon)