Calon Jemaah Umrah Mulai Mendatangi Puskemas untuk Vaksin Covid-19

VAKSINASI --320 Calon jemaah umrah BIM Grup menyambut positif dibukanya perjalanan umrah yang ditandai kesediaan ikut vaksin Covid-19/srwijaya post

 

 

UBAHLAKU --Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) menyambut baik kebijakan Pemerintah Arab Saudi membuka kembali ibadah umrah untuk jemaah asal Indonesia. Asosiasi ini berharap seluruh jemaah umrah bisa dapat segera berangkat ke Tanah Suci dan menjalani tahapan vaksinasi. Khusus masyarakat Sumsel, awal keberangkatan diperkirahkan pertengahan Desember 2021. Beberapa hari informasi umrah ini beredar, ratusan warga mendatangi Puskesmas secara kolektif dan individu.

Namun yang masih dipersoalan calon jemaah, khsusus terkait regulasi karantina di Arab Saudi  selama lima hari karena berdampak penambahan biaya dan lama waktu perjalanan.
Kepala Bidang Haji dan Umrah DPD Amphuri Sumbagse; H Harrie Madhona SSTP, MSi, Minggu (10/10/2021) mengatakan, diterimanya nota diplomatik tersebut menjadi angin segar bagi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Amphuri mengapresiasi terhadap upaya Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang telah melakukan diplomasi secara intensif.
"Jujur saja, di masyarakat sudah banyak mempertanyakan kenapa Indonesia masih di suspend. Apakah ada faktor politis atau murni persoalan Covid-19. Dengan penjelasan dari Menteri Luar Negeri, setidaknya menghapuskan berbagai opini yang berkembang. Intinya, kerinduan warga muslim untuk berziarah ke dua masjid suci sudah tidak terbendung lagi. Terlebih calon jemaah umrah yang tertunda sejak dua tahun lalu," katanya.
Terkait ketentuan karantina lima hari, diakui Harie Madhona menjadi tantangan bagi Pemerintah Indonesia agar dapat memenuhi standard dari Menteri Kesehatan Arab Saudi. Seperti standardisasi swab PCR, sertifikat vaksinasi, dan jenis vaksin. "Semoga dengan disediakannya booster moderna/pfizer/astra zenneca dapat menghindari ketentuan karantina 5 hari tersebut," katanya.
Harie Madhona yang juga pengelola Travel Haji dan Umrah BIM Grup mengaku, saat ini pihak travel masih menunggu rilis biaya kamar hotel di Kota Madinah dan Kota Mekkah mulai dari Bidang 4 maupun bintang 3 karena hal tersebut terkait dengan pembiayaan yang ditanggung calon jemaah umrah. "Jika rilis harga kamar hotel di dua kota suci didapatkan, maka biaya perjalanan umrah bisa dihitung," katanya.
Untuk saat ini, sebagian besar jemaah umrah yang tertunda dua tahun lain, sudah mulai divaksin tahap satu, yang selanjutnya di booster. Namun ada juga yang baru divaksin di Oktober 2021. Bahkan di awal September baru disuntik vaksin, begitu terdengar berita umrah dibuka bagi Indoneia. Pengelola Biro perjalanan mulai mengkordinir bagi calon jemaah umrah yang akan disuntik vaksin. Namun ada juga yang datang ke Puskesmas secara individu. Ternyata, di Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan terdapat 4.500 calon jemaah umrtah yang tertunda, dan ada sekitar 2500 jemaah yang baru terdaftar.

Harie Madhona meminta biro perjalanan dibawa Amphuri untuk terus melakukan pengawasan dan edukasi kepada calon jemaah agar jelang keberangkatan selalu disiplin kesehatan dan mematuhi Prokes serta rajin berolehraga. Begitu tiba saat pemberangkatan, tidak ada kendala kesehatan dan bersih dari Covid-19. Tidak hanya itu, calon jemaah juga usai divaksin, tidak salahnya melakukan tes antigen dan Swab untuk memastikan dirinya benar-benar clear dari Covid019.

"Jarak vaksin pertama denga kedua 30 hari, setelah di booster, makanya kita prediksi, jemaah umrah Sumsel, diperkirakan akhir November dan Desember bisa berangkat. Untuk menjaga kondisi tiba, tidak ada salahnya calon jemaah melakkan tes antigen dan swab sehingga benar-benar aman,"  ujar Harrie.

Diketahui, Pemerintah Arab Saudi kembali membuka ibadah umrah untuk jamaah asal Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta melalui nota diplomatik yang dikeluarkan pada Jumat 8 Oktober 2021. Kabar tersebut kemudian diumumkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi Sabtu (9/10/2021) lalu dan direspon banyak.
Masih Lihat Biaya
Beberapa jemaah umrah yang dihubungi secara terpisah,.umumnya menyambut baik dibukanya kembali rute perjalanan umrah bagi Indoenesia. Namun sebagian besar mengaku masih melihat rilis biaya yang akan dilkeluarkan traval haji dan umrah, karena harus ada karantina lima hari di Arab Saudi. Menurutnya, faktor karantina bisa berdampak dalam biaya perjalanan.
Syafarudin (34), salah satu jemaah umrah tunda dari Biro Perjalanan Haji dna Umrah PT Varita Pusri sata dibubungi masih melihat perkembangan. "Kami lihat dulu perkembangan. Terlanjur menunggu, kita lihat tahun 2022 saja," katanya.
Hal sama juga dikarakan Rika (36), warga Palembang yang mengaku terdaftar di Travel di Bengkulu. "Kalau ada jemaah yang berangkat di tahun ini, biar kami mendengar ceritanya dahulu. Kami dan keluarga mungkin di awal Tahun 2022, soalnya masih belum jelas tehnis pelaksanaanya," kata Rika, yang mengaku uang perjalanan umrahnya dikembalikan 50 persen oleh travel. (sin)