Vaksinasi ke Anak Sekolah Dipercepat

Perkembangan perepatan vaksinasi nasional/Litbang-MI

 

PEMERINTAH terus mengejar target program vaksinasi anak usia 12-17 tahun agar segera bisa kembali bersekolah tatap muka. Guru diharapkan memberkan edukasi dan pendampingan terhadap anak anak yang divaksin.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengatakan hal itu saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di SMP Islam Al Azhar 31 Summarecon Bekasi dan SMP Negeri 5 Kota Bekasi bersama dengan Ketua Komite III DPD RI Sylviana Murni serta Walikota Bekasi Rahmat Effendi. "Vaksinasi di sekolah akan menjauhkan anak-anak dari kerumunan. Guru-guru juga diharapkan memberikan pemahaman kepada para murid bahwa vaksinasi itu aman dan penting untuk keselamatan semua," tutur Bintang.

Kabag Humas Pemkot Bekasi Sajekti Rubiyah menjelaskan pihaknya terus mendorong percepatan vaksinasi melalui serbuan vaksinasi massal yang bekerja sama dengan stakeholder terkait dan pihak kelurahan. "Dari progres pelaksanaan vaksinasi di Kota Bekasi sebanyak 22,28% telah mendapatkan dosis pertama dan 8,05% dosis kedua dari target 2.016.000 jiwa yang akan divaksin," terangnya.

Vaksinasi terhadap siswa tingkat SMP dan SMA di Kota Solo juga tengah gencar dimulai. Irfan Gunadi, 14 menjadi satu dari 500 pelajar yang divaksin dosis pertama terlihat tegar ketika namanya dipanggil petugas nakes untuk skrening sebelum divaksin. Siswa SMPN 13 Surakarta itu wajahnya terlihat semakin cerah ketika hasil pengukuran suhu dan tensi, memastikan dia lolos untuk mengikuti vaksin kekebalan melawan covid-19.

Ia menjadi yakin, usai divaksin akan menguatkan hati dan pikiran, ketika pembelajaran tatap muka (PTM) dibuka kembali. "Para guru sudah divaksin semua. Mudah-mudahan dalam waktu dekat PTM bisa dimulai," imbuhnya.
Di Banyumas, Jawa Tengah sebanyak 1.000 mahasiswa baik dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, IAIN Saifuddin Zuhri, Universitas Wijaya Kusuma, dan lainnya mengikuti vaksinasi, kemarin.

Wakil Rektor II Unsoed Hibnu Nugroho mengatakan 560 mahasiswa asal Unsoed yang divaksin di antaranya adalah mereka yang sekarang mengikuti KKN dan relawan penguburan jenazah covid-19.

Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Jawa Barat kemarin juga menggelar vaksinasi massal bagi anak berusia 12-17 tahun dan masyarakat umum. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Kabupaten Garut, Asep Surachman mengatakan sudah sebanyak 5.000 anak yang sudah divaksin.

Stok aman
Gencarnya vaksinasi di masyarakat harus diimbangi dengan ketersediaan vaksin. Menurut Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan  Siti Nadia Tarmizi, stok vaksin yang tersedia saat ini di fasilitas pemerintah pusat mencukupi untuk memenuhi permintaan daerah.

"Kita punya stok cukup. Tapi harus dipahami bahwa vaksin itu tidak bisa sekaligus vaksinasi semua sasarannya, karena dosis vaksin juga datang bertahap," kata Siti Nadia, kemarin. Menurut dia jutaan dosis vaksin sudah dan akan didistribusikan ke daerah.

"Kami sudah mendistribusikan pada pekan ketiga itu 3 juta untuk vaksin dosis kedua dan yang pekan keempat ini ada sekitar 6 juta. Nanti kami akan kirim lagi sekitar 6 juta," pugkasnya.(*)