Mudahkan Pengawasan PPKM, Dishub Kudus Anggarkan Perbaikan CCTV

Sekretaris DInas Perhubungan Kudus, Putut Sri Kuncoro menunjukkan kamera CCTV yang mati sehingga menyulitkan pemantauan mobilitas warga masyarakat di jalan raya selama PPKM darurat/Tribun Jateng-Raka F Pujangga

 
Sedikitnya 88 persen kamera CCTV milik Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus mati setelah diterjang hujan beberapa waktu lalu.
 
Matinya sejumlah CCTV menyulitkan petugas memantau mobilitas warga selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat dan mengetahui penyebab kecelakaan di lalu lint‎as yang terjadi.
 
Sekretaris Dinas Perhubungan Kudus, Putut Sri Kuncoro menyampaikan, pihaknya memiliki 26 kamera CCTV ‎yang tersebar pada 23 titik persimpangan jalan.
 
Saat ini yang menyala hanya lima unit, namun dua unit kamera di antarany‎a terkadang hanya menyala beberapa saat. Sehingga yang benar-benar menyala hanya tiga kamera CCTV saja.
 
"‎Yang menyala kamera CCTV ada lima, tapi yang dua kamera itu kadang menyala beberapa saat terus mati lagi," ujar dia, saat ditemui di kantornya, Rabu (21/7/2021).
 
Kondisi tersebut, sudah berlangsung lama sekitar tiga hingga empat bulan yang lalu saat musim penghujan.
 
"Sejak hujan dulu itu, sekitar tiga sampai empat bulan," ujarnya.
 
Putut menyebutkan, ‎lima titik kamera yang menyala itu dipakai untuk pemantauan tilang elektronik atau disebut electronic traffic law enforcement (ETLE).
 
Kamera CCTV itu tersebar di depan DPRD Kudus, persimpangan Pentol, Proliman Barongan, perempatan Pejagan,‎ dan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.
 
"Kamera ETLE ini empat dikelola Dishub Kudus, sedangkan satu kamera di Pejagan yang mengelola Polres Kudus," ujar dia.
 
Rencana, pihaknya akan mengajukan anggaran untuk memperbaiki kamera CCTV yang rusak tersebut dalam APBD perubahan 2021. Anggaran yang diajukan, nilainya mencapai Rp 100 juta.
 
"Dari alokasi itu, untuk perawatannya sendiri sebesar Rp 75 juta," ucapnya.
 
Kendati demikian, kata dia, tidak semua kamera itu rusak. Namun beberapa di antaranya kemungkinan akibat perangkatnya yang bergeser. 
 
Pasalnya, kamera Dishub Kudus masih menggunakan sistem manual yang rawan membuat jaringan pemantauannya mati (offline).
 
"‎Kami ini masih memakai sistem manual, kalau sudah pakai FO (fiber optik) mungkin kondisinya akan lebih baik," ujarnya.
 
Pihaknya memohon maaf tidak bisa memberikan informasi rekaman CCTV kepada masyarakat ketika terjadi kecelakaan.
 
‎"Mohon maaf untuk teman-teman yang membutuhkan, kami belum bisa melayani masyarakat," ujarnya.
 
‎Sementara itu, diketahui beberapa kali Unit Laka Satlantas Polres Kudus kesulitan mencari rekaman CCTV.
 
Misalnya kasus kecelakaan lalu lintas antara mobil ambulans dan sepeda motor yang terjadi pada hari Minggu (18/7/2021) kemarin.