Penanganan Isolasi Mandiri Harus Tepat

Ketua Satuan Tugas (Satgas) PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban

 

Penanganan Isolasi Mandiri Harus Tepat
PEKANBARU (RP) - Hingga kini kasus aktif Covid-19 masih terjadi lonjakan. Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan, dimana lonjakan kasus juga mengakibatkan sejumlah rumah sakit kewalahan menangani pasien Covid-19. Alhasil, sejumlah penderita Covid-19 terpaksa memilih melakukan isolasi mandiri di rumah atau di luar rumah sakit.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban, Sabtu (17/7) menjelaskan, penderita Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri harus mendapatkan penanganan yang tepat. Bila salah penanganan dikhawatirkan kondisi penderita Covid-19 bisa semakin memburuk.

Ia menekankan, penderita Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri untuk selalu cek saturasi oksigen secara berkala dengan menggunakan alat oksimeter. Bahkan ia menyarankan penderita Covid-19 mengukur saturasi oksigen tiap enam jam sekali.

"Penderita Covid-19 harus memantau saturasi oksigen  tiap enam jam. Tapi upayakan tetap tenang. Karena kecemasan justru akan meningkatkan denyut nadi penderitanya," ujarnya.

Menurutnya, pengukuran saturasi oksigen menjadi penting karena salah satu kondisi membahayakan yang bisa dialami oleh pasien Covid-19 adalah happy hypoxia, penurunan kadar oksigen tanpa adanya keluhan apapun namun membahayakan jiwa.

"Oksimeter amat krusial bagi penderita Covid-19 yang sedang isolasi mandiri. Setelah memeriksa dengan oksimeter, catat saturasi itu, termasuk gejala yang dialami secara rutin. Ini perlu dilakukan secara rutin," ulasnya.(mar)
<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_210718_080346_039.sdocx-->