24 Jam Beroperasi Layani Poli Umum dan Layanan Darurat

GERAK CEPAT: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (kanan) dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Febria Rachmanita (dua dari kanan) meninjau langsung puskesmas Manukan Kulon yang beroperasi 24 jam/Humas Pemkot Surabaya.

 

SURABAYA - Sejak Senin (12/7) malam, seluruh puskesmas di Surabaya beroperasi selama 24 jam. Layanan yang dibuka saat jam operasional malam hari hanya poli umum dan pelayanan darurat, karena tidak memungkinkan untuk membuka layanan lainnya.

Wali kota Surabaya Eri Cahyadi, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Febria Rachmanita dan beberapa Kepala Perangkat Daerah (PD) lainnya  meninjau pelayanan kesehatan masyarakat (PKM) di sejumlah puskesmas di Surabaya. 

Salah satu puskesmas yang disidak Eri yakni Puskesmas Manukan Kulon, Kecamatan Tandes. Ia melihat beberapa warga memanfaatkan pelayanan puskemas pada malam hari itu. 

“Nanti setiap puskesmas disiapkan petugas kelurahan/kecamatan dan Satpol PP, sehingga apabila sewaktu-waktu warga membutuhkan pertolongan medis maupun penjemputan pasien hingga jenazah, bisa langsung dibantu. Ini harus ditangani secara bersama-sama. Kita maksimalkan untuk menyelematkan warga Surabaya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Surabaya Febria Rachmanita memastikan Puskesmas di seluruh wilayah Kota Surabaya sudah siap untuk melayani warga yang ingin berobat hingga 24 jam. Oleh sebab itu, pihaknya saat ini akan membagi jadwal jaga dengan tiga shift, namun untuk saat ini masih diberlakukan dua shift. 

“Insya Allah sudah siap. Rencananya kita akan bagi menjadi tiga shift, tapi untuk saat ini karena kita masih kekurangan tenaga kesehatan, jadi dua shift dulu,” katanya.

Febria menjelaskan, beroperasinya puskesmas hingga 24 jam ini dikarenakan saat ini Tim Gerak Cepat (TGC) kewalahan untuk menangani situasi emergency. Sehingga, puskesmas dioperasikan sebagai titik TGC yang berada di wilayahnya kerja puskesmas tersebut. 

“Kita lihat kondisinya TGC sudah kewalahan, akhirnya semua puskesmas menjadi titik TGC yang berada di wilayah tersebut,” jelasnya.

Febria memastikan pelayanan yang dibuka hanya poli umum dan kondisi gawat darurat karena tidak memungkinkan malam hari melakukan selain hal-hal darurat. Dirinya menyebut saat melakukan peninjauan, ada warga yang datang ke puskesmas untuk melaporkan bahwa di rumahnya ada anggota keluarganya yang mengalami penurunan saturasi oksigen. Pihak puskesmas langsung bergerak cepat untuk menjemput anggota keluarga tersebut. 

“Teman-teman puskesmas menggunakan ambulans langsung menjemput anggota keluarganya, kemudian akan dirujuk ke RS Lapangan Tembak,” katanya.

Dia menambahkan, masyarakat juga dapat mengurus surat kematian, baik itu saat malam hari ataupun pagi harinya. Sesuai dengan instruksi Wali Kota Surabaya bila ada warga yang meninggal harus segera dievakuasi dan dibawa ke pemulasaraan jenazah di Keputih. 

"Warga bisa datang ke sini mengurus surat kematian, baik itu saat malam hari ataupun keesokan paginya, untuk pengambilan jenazah nanti dari Dinas Sosial,” pungkasnya.  (rmt/opi/nur)