Terkumpul Donasi Rp 13 Juta Dirupakan Sembako dan Vitamin

PEDULI SESAMA: Anggota Komunitas Semburat bersiap menggelar lelang bunga yang berlangsung di Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kalipuro, kemarin. /Jawa Pos Radar Banyuwangi - Bagus Rio.

 

Pandemi Covid-19 menggugah kepedulian dari berbagai pihak. Ragam cara dilakukan untuk bangkit bersama melawan Covid. Tidak terkecuali kalangan penghobi tanaman hias di Banyuwangi. Demi meringankan beban penderita, mereka menggalang aksi amal dengan melelang sejumlah koleksi tanaman hias.

BAGUS RIO, Kalipuro


BAKTI amal dengan melelang tanaman hias ini  berlangsung rumah Candra Tri San­jaya, Lingkungan Sukowodi, Kelurahan Klatak, Ke­camatan Kalipuro. Lelang yang dimulai pukul 20.00 itu cukup membuat semangat para peserta.

Semula acara lelang digelar secara outdoor. Gara-gara hujan deras, seluruh kru yang ikut lelang bergegas menga­mankan properti. Handphone, laptop, hingga tanaman yang akan dipajang dalam sesi online diungsikan ke dalam teras. Berpacu dengan waktu, Candra dan penghobi tanaman hias lainnya kemudian menyusun rencana darurat.

Lelang online tetap dilanjutkan. Properti di­susun kembali dengan mempergunakan teras rumah sebagai tempat lelangnya. Kali ini lelang tanaman hias tetap bisa dilakukan tanpa takut berbasah-basah ria.

Lelang menampilkan tiga jenis tanaman yang sedang hits saat ini seperti Philodendrum, Aglonema, dan Anthurium. Jenis dari ketiga ta­naman tersebut beragam ada Mosntera, Wiliansi, Melano, Boliad, Huges, Stargus, Pterodacty, Kings of Spages, hingga Warok­Queen. Total ada  seratus lebih tanaman yang dilelang. Rinciannya Pilodendron ada 25 pot, Aglonema 50 pot, dan Anthurium 40 pot. Nilainya dimulai dengan limit mulai Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.

Laptop dan jaringan internet ready. Meja dan monopod sebagai peyangga kamera, laptop, dan tanaman yang akan dipajang juga sudah disiapkan. ”Lelang online tanaman hias ini tetap dilaksanakan sesuai jadwal. Kami ingin memberikan sumbangsih kepada pasien Covid-19 yang melaksanakan isolasi mandiri. Banyak tetangga dan teman kami jadi korban Covid,” terang Candra.

Tepat  pukul 20.00, proses lelang digelar. Le­lang dimulai dengan memajang sejumlah tanaman hias pada aplikasi online seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp secara ber­giliran. Lelang dibuka dengan fashion tanaman hias yang berlenggak-lenggok seperti seorang model di atas catwalk. Bagian daun, batang, hingga warna tanaman menjadi bagian penting yang dipertontonkan. ”Tanaman kami tampilkan satu persatu di depan kamera. Bagian demi bagian tanaman kita tampilkan,” kata Candra.

Tak disangka, lelang online rupanya mampu menyedot animo penghobi tanaman hias. Ti­dak hanya peserta dari Banyuwangi, ratusan peserta dari luar kota juga bergabung. Mereka be­rasal dari  Malang, Denpasar, Bandung, Surabaya, bahkan Jakarta. Peserta lelang juga ada yang berasal dari luar negeri seperti Singapura dan Brunai Darussalam.

Dalam tiga jam sesi lelang berhasil terkumpul donasi amal senilai Rp 13 juta. Tanaman An­turium Pterodactyl Varigata menjadi pri­madona. Tanaman ini laku terjual  hingga Rp 6 jutaan. Selanjutnya, ada Aglonema Goliat yang deal di kisaran Rp 2,8 juta. Selain itu juga ada jenis Aglonema Huges yang laku Rp 1,5 jutaan.

Jenis Pillodendron lainnya juga diminati pe­serta lelang dengan harga di kisaran  Rp 500 ribuan. Setelah pembayaran diterima, barang akan segera dikirim sesuai alamat. “Sesi lelang online ini akan dilaksanakan tiap akhir pekan. Ada pula sesi lelang manual yang dilaksanakan setiap hari,” ujar Candra.

Peserta lelang mengakui kualitas tanaman hias asal Banyuwangi cukup bagus. Pertum­buhannya bagus, batang dan daun juga sehat. Sesi lelang paling banyak ingin melihat kondisi tanaman dari dekat bagian-bagian tersebut. Hal ini membuat dirinya harus sering men­dekatkan tanaman ke depan kamera untuk lebih detailnya.

Hasil penjualan lelang selanjutnya dido­nasikan khusus untuk penderita Covid-19 yang menjalani masa penyembuhan. Mereka yang melakukan isolasi mandiri diutamakan untuk menerima bantuan dirupakan makanan sehat, sembako, hingga vitamin. Untuk men­jangkau dan mendata pasien Covid-19, kegiatan sosial tersebut  melibatkan komunitas dan pagu­yuban penghobi tanaman hias di Banyu­wangi. Salah satunya  Komunitas Semburat yang fokus mewadahi penggila tanaman hias. ”Kami sudah mendata dan segera me­nyalurkan bantuan kepada yang mem­butuhkan,” tegas Candra. (aif)