Kedisiplinan Warga Menerapkan Prokes Perlu Terus Ditingkatkan

HU Kabar Cirebon grup Pikiran Rakyat

 

Kedisiplinan Warga Menerapkan Prokes Perlu Terus Ditingkatkan 

MAJALENGKA,(KC).- 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Tim Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Airlangga Hartarto menuturkan jika tingkat kedisiplinan warga Jawa Barat dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 dinilai masih rendah. Salah satu contohnya Kabupaten Majalengka dan Cirebon dirinya masih melihat warganya banyak yang tidak menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan.

"Kami ke Majalengka, di sepanjang jalan orang-orang tidak pakai masker. Beberapa waktu lalu Mubes Kosgoro di Cirebon, juga banyak yang ga pakai masker," terang Airlangga yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar, saat bersilaturahmi dengan Keluarga Besar Partai Golkar Jabar, di Bandung, Selasa 8 Juni 2021.

Dengan lemahnya prokes Covid-19, lanjut dia, kondisi itu berpengaruh pada angka kasus positif Covid-19 di Jawa Barat yang masih cukup tinggi."Saya instruksikan Jabar harus membuat posko-posko di desa. Kita harus bergerak membantu, dan ini sudah menjadi tugas bersama," kata Airlangga.

Ia mengungkapkan, dari hasil kunjungannya ke sejumlah daerah di Jabar, masih banyak ditemukan orang-orang tanpa menggunakan masker di tempat umum.Tak heran jika kemudian Jabar tingkat kedisiplinannya masih jauh di bawah standar nasional.

Berdasarkan data, ujarnya, tingkat kedisiplinan masyarakat Jabar dalam penggunaan masker dan penerapan prokes lainnya ada di angka 60 persen."Saya kira Jabar harus serius menangani ini. Saya minta seluruh kader partai Golkar, atau yang menjadi ketua DPRS, bupati, wakil bupati, wali kota, wakil wali kota dan seluruh anggota DPRD di Jawa Barat yang berasal dari Partai Golkar untuk terus memonitor dan mendorong peningkatan perilaku disiplin ini," papar Airlangga.

Airlangga juga mengingatkan, Jabar saat ini kota kabupatennya sedang menunjukkan grafik peningkatan kasus Covid-19. Bahkan tingkat Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian ruang perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit wilayah Jabar tengah dalam tren naik.

"Tingkat BOR lebih tinggi dari nasional. Jabar di angka 42 persen, sementara nasional 37 persen. Kami mendorong Jabar untuk lebih masif melakukan vaksinasi, terutama wilayah Bodebek (Bogor, Depok, Bekasi)," tuturnya.

Harapannya, ujar Airlannga, dengan segala langkah yang dilakukan maka akan berpengaruh terhadap pemulihan ekonomi. Jabar sendiri sejauh ini angka pemulihannya masih di bawah nasional.

"Kami harap Jabar bisa sejalan dengan nasional dan akan perekonomian akan tumbuh di kuartal kedua. Apalagi Jabar ini daerah industri dan menjadi tulang punggung perekonomian nasional," pungkas Airlangga.(Jejep)