Klaster Hajatan di Banyuwangi, Nakes Tim Tracing Terpapar Covid-19 hingga Kantor Desa Ditutup

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr Widji Lestariono/Ahmad Hafiluddin_rmoljatim

 

Banyuwangi - Kasus klaster hajatan di Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi hingga Rabu (16/6/2021) bertambah menjadi 36 yang positif Covid-19. Seorang tim tracing dari tenaga kesehatan (nakes) ikut terpapar.

 
Dari klaster itu, seorang pasien yang dinyatakan positif covid meninggal dunia. Ada 6 orang yang dinyatakan sembuh, sehingga kasus aktif di wilayah itu sebanyak 29 orang.
 
"Jadi tracing terus dilakukan sejalan dengan ditemukannya kasus positif, sehingga kalau ditotal kasus yang positif itu 36," ujar Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr Widji Lestariono dikutip Kamis (17/6/2021).
 
"6 orang diantaranya sembuh, satu meninggal dunia. Jadi tinggal 29 kasus aktifnya," tambahnya.
 
Dari jumlah 29 kasus aktif tersebut, 4 orang menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sementara yang 25 orang sisanya melakukan isolasi secara mandiri.
 
Yang meninggal dunia itu, kata dia, baru ditemukan pada Selasa (15/6) dari hasil tracing. Yang saat itu dalam kondisi baik.
 
"Jadi menurut suaminya kondisinya baik-baik saja. Akan tetapi sore hari secara mendadak tiba-tiba sesak dan kemudian sekitar jam 18.30 WIB meninggal," katanya.
 
Warga yang dinyatakan meninggal dunia itu, diketahui mempunyai komorbit, hipertensi dan diabetes melitus.
 
Sedangkan untuk jumlah warga di Desa Weinginpitu yang di-tracing sebanyak 186 orang.
 
"Jumlah 186 itu jumlah dari tracing yang dilakukan di beberapa dusun di desa tersebut," ujarnya.
 
Kasus klaster hajatan itu, awalnya ditemukan di Dusun Ringinsari, Desa Wringinpitu. Dan tracing yang dilakukan Satgas Covid-19 Kecamatan Tegaldlimo dikembangkan ke Dusun Bayatrejo dan Ringinanom.
 
"Ada salah satu yang positif dari tenaga kesehatan dari puskesmas setempat, seorang dokter. Isolasi mandiri," sebutnya.
 
Untuk mencegah penyebaran Covid-19, Satgas Covid-19 Kecamatan Tegaldlimo melakukan pembatasan-pembatasan dengan penjagaan ketat. Kegiatan warga yang berpotensi mengundang kerumunan ditiadakan.
 
"Kalau puskesmas tetap berjalan, bisa melayani. Akan tetapi tracing dilakukan terhadap 1 kontak erat dengan dokter tersebut yang positif," ungkap dr Rio.
 
"Bisa jadi, karena dia terlibat dalam tracing di klaster hajatan itu," imbuhnya.
 
Selain puskesmas, aktivitas pelayanan masyarakat di Kantor Desa Wringinpitu dihentikan untuk sementara waktu.
 
"Iya dihentikan sementara aktivitasnya karena ada dua yang positif," 
 
Oleh karena itu, dia menyarankan dua orang pegawai desa itu diisolasi. Kemudian seluruh staf desa dilakukan pemeriksaan karena kontak erat. Hasilnya, yang positif diisolasi yang negatif tetap bisa melayani.
 
"Catatannya di kantor desa itu harus dilakukan penyemprotan dengan desinfektan. Nah, untuk penyemprotan ini perlu jeda waktu memang 2 atau 3 hari dan selama penyemprotan itu tidak bisa melakukan pelayanan," pungkasnya.
 
Per 17 Juli 2021, sebanyak 6.755 warga Banyuwangi terkonfirmasi positif Covid-19. Dari jumlah itu, 190 dirawat, 5.873 dinyatakan sembuh dan 692 meninggal dunia.