7 Karyawan Positif Usai Kedatangan Tamu Dari Surabaya

Sekda Kabupaten Situbondo, Syaifullah.

 

 

Kecepatan penularan Covid-19 sekarang begitu mengerikan, karena bisa seketika bertransimisi antarmanusia. Sebuah perusahaan tambak di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit Situbondo direkomendasikan agar ditutup sementara setelah 7 orang karyawannya terdeteksi positif terpapar Covid-19.

Penjangkitan pada 7orang itu membuat trend penyebaran Covid-19 di Situbondo yang beberapa pekan stangnan, kembali meningkat. Dan yang mencengangkan, ketujuh orang itu tertular setelah tidak lama menerima tamu dari Surabaya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Situbondo, Syaifullah mengatakan, saat ini penyebaran Covid-19 bertambah dari sebelumnya positif 10 orang, menjadi 17 orang. Itu karena ada penambahan tujuh orang diatas.

"Jadi totalnya jumlah warga Situbondo yang positif Covid-19 bertambah 17 orang," ujar Syaifullah, Senin (07/06). Dari informasi yang ditelusuri Satgas Covid-19 dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo, awal penularan itu diketahui tak lama setelah ada anggota keluarga salah satu karyawan perusahaan tambak yang berkunjung.

"Dan setelah ia pulang ke Surabaya, ternyata keuarga di Situbondo malah positif Covid-19," papar Syaifullah. Setelah itu, pihaknya mengambil langkah cepat dengan melakukan tracing terhadap para karyawan tambak tersebut. Ada 21 karyawan di tambak itu yang melalui swab test PCR atau swab antigen. Dan hasilnya ada 7 orang potisif.

Dan untuk tujuh orang yang tertular itu, Sekda menyarankan agar tidak melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing, melainkan diisolasi di Puskemas. "Dua orang diisolasi di Puskesmas Kendit dan lima orang diisolasi di Puskesmas Besuki," tambahnya.

Pemkab SItubondo juga memerintahkan agar dilakukan sterilisasi di lokasi perusahaan tambak dan penyemprotan cairan disinfektan. "Saya sarankan ada satgas yang mengawasi ketat perusahaan itu untuk mengecek seluruh karyawan yang masuk. Jika diketahui ada yang suhunya tinggi, karyawan itu angsung disuruh istirahat," ujarnya.

Selain itu, pihaknya merekomendasi Camat Kendit agar melakukan pendataan pada keluarga dari para karyawan tambak tersebut.

Apakah perusahaan tambak itu perlu ditutup sementara, Syaifullah menegaskan bahwa pihaknya memilih pihak perusahaan memperketat pintu masuk areal tambak. Karena sudah menjadi klaster baru di Situbondo. Selain memantau aktivitas di tambak, pemkab juga memperketat pengawasan di Pelabuhan Jangkar.

Kebetulan di hari yang sama ada kapal dari Kalianget Sumenep, Madura yang baru datang. Satgas Covid-19 kecamatan dan kabupaten pun berkoordinasi untuk membuka layanan test antigen. "Jadi ketika kapal tiba, seluruh penumpang kapal akan mengikuti swab test antigen," pungkasnya. (sur/diy)