Aparat Gabungan Pantau Gerakan Vaksinasi

Petugas Gabungan Kawal kegiatan Vaksinasi Covid-19/Rakyat Cirebon-Pardi Supardi

 

MAJALENGKA-Gerakan vaksinasi di Kabupaten Majalengka terus digenjot, sebagai salah satu upaya untuk memutus rantai penularan Covid-19. Bahkan untuk memuluskan program tersebut, sejumlah instansi ikut terlibat, diantaranya TNI, Polri dan Kejaksaan Negeri Majalengka. Yang ikut mengawal dan menyukseskan gerakan vaksinasi tersebut.
Camat Kadipaten Yuyus Kusmaya Ssos, mengatakan. Pihaknya terus melakukan percepatan antisipasi penyebaran Covid-19, baik melalui peningkatan gerakan 3M, maupun dengan gerakan vaksinasi Covid-19 yang terus dilakukan.
Dijelaskan dia, untuk memutus rantai corona, tentunya selain meningkatkan imunitas masyarakat melalui gerakan 3M. Menjaga kesehatan pribadi dan lingkungan. Vaksinasi juga merupakan salah satu upaya Pemerintah guna menekan pandemi Covid-19 yang kembali naik. Oleh karena itu pihaknya meminta agar semua komponen masyarakat bisa membantu mensosialisasikan dan menginformasikan hal tersebut ke masyarakat.
“Gerakan 3M dan vaksinasi itukan merupakan salah satu ikhtiar atau upaya dari pemerintah, dalam menekan dan memutus rantai Covid-19 yang harus terus kita laksanakan,”pintanya.  
Sementara itu Prof Herawati Sudoyo PhD, Wakil Kepala Lembaga Eijkman Bidang Penelitian Fundamental. Dalam rilisnya ke sejumlah media mengatakan. Untuk menekan kasus yang terus bertambah, pemberian vaksin COVID-19 terus dilakukan.
Pemberian vaksin ini merupakan solusi yang dianggap paling tepat mengurangi jumlah kasus infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit COVID-19 yang sudah mulai bermutasi di beberapa negara termasuk mutasi yang sudah masuk ke Indonesia, imbuhnya.
“Sebagian besar produsen vaksin COVID-19 mencoba mencapai tingkat efikasi hingga 70 persen. Hingga saat ini, penelitian menunjukkan bahwa tidak ada satupun vaksin COVID-19 yang tidak efektif menangkal mutasi virus COVID-19. Kendati begitu, memang ada penurunan efikasi saat vaksin COVID-19 melawan mutasi virus COVID-19 ini. Namun hal itu tidak mengurangi makna perlindungan yang diberikan vaksin COVID-19 itu sendiri,” jelas Prof Herawati.(pai)