Klaster ART Sumbang Lonjakan Kasus Covid-19

Seorang warga dites tensi darah saat akan diberikan vaksinasi.

 

SERPONG-Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, pascalibur lebaran ada kenaikan kasus covid-19 dari pemudik dan wisatawan. "Salah satunya kasus muncul dari klaster penularan Covid-19 kalangan asisten rumah tangga (ART)," ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Kamis (3/6).

Allin menambahkan, saat ini Rumah Lawan Covid-19 sedang merawat 60 pasien. Setengahnya merupakan ART dari berbagai wilayah di Kota Tangsel. ART tersebut rata-rata terdeteksi terinfeksi Covid-19 sepekan setelah Idul Fitri atau liburan.

Banyaknya kasus Covid-19 diidap ART lantaran tes yang digencarkan pasca lebaran. Tes Covid-19 memang sengaja menyasar beberapa kalangan, terutama ART. ART menjadi sasaran tes Covid-19 dengan asumsi banyak di antara mereka yang mudik. 

"Kluster ini kan hanya memeriksa pemudik, ART, jadi ketemunya disitu dan berdasarkan fokus tes. Pertambahan kasus dari pemudik, ART karena fokus tes kepada mereka," tambahnya.

Masih menurutnya, ART rata-rata mudik, ketika pulang ke Kota Tangsel dilakukan tes dan penelusuran kontak erat. Umumnya, ART yang terdeteksi terpapar Covid-19, baru kembali dari mudik atau memang baru kerja sebagai ART di Kota Tangsel.

"Namun, ada juga ART yang terpapar diduga karena mengikuti salat Idul Fitri ataupun menjamu tamu majikan yang silaturahmi lebaran," jelasnya.

Hal itulah yang dirasakan, Kaisah (43) ART di perumahan di kawasan Ciputat. Ia mengaku, pada hari kedua lebaran, ada tamu majikannya yang datang silaturahmi. Beberapa hari kemudian, dikabari bahwa tamu itu terpapar Covid-19. 

Ia dan tiga majikannyapun menjalani swab test antigen dan hasilnya ia positif Covid-19.

"Saya tahunya kemungkinan ya dari saudara bos, terus kata bosnya atau mungkin pas saya solat Id ikut di masjid. Jadi diantara dua itu lah saya terpaparnya," ujarnya.

Saat ketahuan terinfeksi Covid-19, Kaisah sempat takut sampai menangis. Namun, majikan memberi dukungan moril bahkan sampai memeluknya tanpa takut terpapar. Ia kemudian dianjurkan untuk isolasi di RLC agar bisa fokus pemulihan dan tidak menularkan ke yang lain. "Saat pemulangan saya dijemput  majikan," tambahnya. (bud)