Ingin Penyaluran Zakat Secepatnya

TUNAIKAN ZAKAT FITRAH: Gubenur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang (kanan) menunaikan pembayaran Zakat Fitrah di gedung Gadis Pemprov Kaltara, Rabu (5/5). (ISTIMEWA)

 

 

Inginkan Penyaluran Zakat Secepatnya

 

TANJUNG SELOR – Setiap tahun, Zakat Fitrah disalurkan dan diharapkan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. 

Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang menuturkan, percepatan pembayaran zakat dilakukan agar pendistribusian kepada yang berhak menerima bisa segera terealisasi. Terlebih dalam masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. 

“Jika tidak cepat dilakukan pembayaran zakat dan penyalurannya. Maka akan terjadi penumpukan orang, sehingga potensial terjadi penularan Covid-19,” ungkap Zainal, Rabu (5/5).

Menurut Zainal, zakat ini juga menjadi salah satu upaya untuk memulihkan perekonomian. “Ini yang bisa membantu dan mendorong perekonomian di daerah tumbuh. Ini pun membantu masyarakat terdampak Covid-19 di Kaltara terbantu," jelasnya. 

Ia mengimbau dan mengajak umat Islam, agar mempercepat pembayaran Zakat Fitrah untuk membantu masyarakat yang ekonominya terdampak Covid-19.

Covid-19 memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Tarakan. Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan mendapatkan data, terjadi penambahan angka kemiskinan di Tarakan dampak Covid-19.

“Dalam data statistik sekitar 6 persen, masih cukup besar. Karena Covid kemarin kan, dari 5 terus jadi 6 (persen),” beber Wali Kota Tarakan Khairul kepada awak media, Rabu (5/5).

Diperkirakan Khairul, jika jumlah penduduk Tarakan mencapai 242 ribu jiwa, maka angka kemiskinan sekira 13 ribuan jiwa.  Jumlah yang dinilai cukup besar.

Upaya pengentasan kemiskinan juga terus dilakukan. Di antaranya dengan pemanfaatan zakat yang dikumpulkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tarakan melalui program pemberdayaan ekonomi kerakyatan maupun bantuan modal yang diberikan kepada masyarakat ekonomi lemah.   

Pemkot Tarakan sendiri telah memperkuat zakat dengan membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang zakat. Ini dilakukan karena menurut Khairul, merupakan kewajiban bagi umat muslim.

Diharapkan melalui zakat, bisa dimanfaatkan untuk pengentasan kemiskinan. Sepengetahuan Khairul, Baznas baru menyantuni warga miskin sekitar 11 ribuan jiwa. Berarti masih ada data sekitar 2 ribuan jiwa yang belum tersantuni, dengan berbagai sebab.

Kepala Pelaksana Harian Baznas Tarakan Syamsi Sarman membeberkan, tahun ini pihaknya manargetkan sekitar Rp 8 miliar baik dari zakat, infaq dan sedekah. Dari jumlah itu, Rp 2,5 miliar ditargetkan dari pengumpulkan zakat selama Ramadan tahun ini.

“2021 ini kita target sampai bulan Desember nanti Rp 8 miliar, tapi hari ini (Rabu, red) baru Rp 1 miliar lebih,” beber Syamsi Sarman, ditemui awak media usai kegiatan pengumpulan zakat di gedung serba guna Kantor Wali Kota Tarakan, Rabu (5/5).

Untuk mengejar target zakat di bulan Ramadan, Baznas Tarakan membuka pengumpulan zakat di di gedung serbaguna Kantor Wali Kota Tarakan, Rabu (5/5). Dalam kegiatan yang hanya berlangsung beberapa jam itu, terkumpul hingga Rp 100 juta baik yang membayar secara langsung maupun via online.

Selain kegiatan itu, Baznas juga mengumpulkan zakat melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang disebar di masjid-masjid. Diperkirakan sekitar 80an UPZ yang dibentuk dari 147 masjid di Tarakan.

Syamsi Sarman membeberkan, khusus pengumpulan zakat selama Ramadan, pihaknya baru mengumpulkan Rp 250 juta, belum ditambah dari zakat yang dikumpul UPZ. Namun menurut  Syamsi Sarman, hingga menjelang  diakhir Ramadan.

Sementara itu, untuk jumlah penerima zakat pada tahun ini mencapai 11 ribu jiwa. Besarannya menurut Syamsi Sarman, berpariasi, mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu, tergantung penerimaan zakat yang diterima UPZ. Penyalurannya dilakukan mulai Kamis. 

“Rencana mulai besok (Kamis, red). Jadi hari ini (Rabu,red) akan kita putuskan, dibikinkan SK-nya, kita bagi ke takmir masjid, kita kan sudah punya grup UPZ, tinggal kami umumkan, mereka langsung action,” tuturnya. (fai/mrs/uno)