18 Terkompirmasi Covid dari Klaster Keluarga

dr Saut Pakpahan/Harian Posmetro Indragiri-Raharjo

 

 Bersumber dari penyebaran klaster Keluarga, sebanyak 18 orang  warga di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan, dr Saut Pakpahan memaparkan bahwa 18 orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 itu,Sepuluh orang berdomisili di Kecamatan Kateman pada wilayah kerja Puskesmas Sungai Guntung, Enam orang lagi berdomisili di Kecamatan Tembilahan dengan empat orang pada wilayah kerja Puskesmas Tembilahan Kota, dan Dua orang berada di wilayah kerja Puskesmas Gajah Mada. Serta Dua orang lainnya berdomisili di Kecamatan Enok pada wilayah kerja Puskesmas Enok.Dari 18 orang yang dinyatakan positif terpapar covid-19 tersebut bersumber dari klaster Keluarga.

“Kalau dari riwayat perjalanan itu sudah tidak bisa lagi ditelusuri dari mananya, sekarang ini dari klaster keluarga udah saling menularkan,” kata Saut Ahad (2/5).

Masih dijelaskan Saut,selain dari klaster keluarga kata penularan Covid-19 juga rawan terjadi pada klaster perkumpulan seperti pasar dan perkantoran.

“Umumnya yang terjadi penularan di Inhil itu klaster keluarga. Kalau di kota-kota lain sudah banyak yang terjadi di klaster perkantoran,” tuturnya.

Dan untuk masing-masing keluarga dari 18 orang yang dinyatakan positif covid-19,saat ini tengah dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis.

"Sedang dilakukan pelacakan, ada namanya program ‘Silacak’ dari Dinas Kesehatan, yang mana 1 orang terkonfirmasi positif maka minimal 15 orang disekitarnya akan dilakukan pelacakan dengan pemeriksaan. Dua atau Tiga hari lagi kita akan dapat hasilnya, yang terpenting bagaimana pencegahan dilakukan, tracing nya dilakukan sesuai dengan orang yang terkonfirmasi positif,”ungkapnya.

Saut mengulangi,orang yang positif terpapar virus corona namun tidak bergejala, tidak lagi dilakukan perawatan dirumah sakit, akan tetapi melakukan isolasi mandiri di rumah ataupun di tempat yang telah disiapkan oleh perusahaan atau pemerintah kecamatan. dipantau oleh tim kesehatan puskesmas di wilayah kerja masing-masing.

“Kalau dia bergejala seperti batuk kuat, demam, sesak nafas dan gejala berat lainnya itu baru dirawat di rumah sakit,” tutur dr Saut.

Untuk diketahui, dengan adanya penambahan 18 kasus tersebut, jumlah pasien yang terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Inhil yang tengah diisolasi hingga saat ini mencapai 78 kasus.