Tabanan Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. I Nyoman Susila

 

Tabanan, Bali
Pemerintah kabupaten Tabanan melalui Dinas Kesehatan telah mengambil langkah-langkah antisipatif sedini mungkin dalam menghadapi varian Omicron. Dari menyiapkan fasilitas kesehatan, Rumah Sakit, tempat isolasi serta tenaga kesehatan untuk memitigasi hal-hal yang tidak diinginkan. Termasuk juga ketersediaan obat-obatan yang tercatat masih mencukup sampai dengan 6 (enam) bulan kedepan. 

Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. I Nyoman Susila mengatakan, Tabanan siap menghadapi kemungkinan adanya gelombang ketiga covid akibat merebaknya varian Omicron di Indonesia. Meski perkembangan kasus Covid19 di Tabanan relatif landai, namun belajar dari lonjakan kasus Covid19 varian Delta pada pertengahan 2021, tentunya Tabanan tak ingin lengah begitu saja. Termasuk juga upaya paling utama dalam hal pencegahan yakni pelaksanaan vaksinasi yang kini masih massif bergerak, terbaru pemberian vaksinasi dosis ketiga (booster).  

“Jika kebijakan terdahulu, mereka yang bergejala baik ringan sampai berat seluruhnya dibawa ke rumah sakit, sekarang ada arahan lagi yang ringan isolasi mandiri dirumah, kita siapkan petugas survailance yang akan memeriksa mereka (pasien) ini melalui telekomunikasi (teknologi). Misalnya saja obat nanti juga akan dikirimkan. Jadi hanya pasien gejala sedang dan berat diarahkan ke rumah sakit,”terangnya, disela pelaksanaan gebyar vaksinasi booster bagi PMI, Jumat (14/1).

Termasuk juga kesiapan fasilitas kesehatan, seperti 240 kapasitas tempat tidur yang disiapkan untuk ruang isolasi, dan menambah ijin rumah sakit untuk merawat pasien Covid19. Dimana rumah sakit baik pemerintah atau swasta memang diwajibkan untuk nantinya merawat pasien terkonfirmasi postif Covid19. Serta jumlah  tenaga kesehatan (tenaga perawatan) yang disiapkan juga masih sama dengan sebelumnya, karena perawatan tergantung jumlah bed (ratio). Dimana standar satu bed ada empat perawat.

Begitu juga dengan ketersediaan oksigen, juga telah dilakukan koordinasi dengan suplayer oksigen di daerah Jawa Timur. “Asalkan di sana (Jawa Timur) tidak jebol, mereka siap dua kali lipat dari suplay saat ini. Termasuk tabung saat ini juga sudah banyak atau sekitar 100 tabung, ditambah lagi di RS Nyitdah kita sudah siapkan anggaran untuk 1000 tabung dan konsetrator juga banyak kita punya sekarang,”jelasnya.

Sedangkan untuk ketersediaan obat-obatan, diakui mantan Dirut RSUD Tabanan, stok masih cukup untuk 6 (enam) bulan kedepan. Apalagi untuk obat-obatan jenis tertentu masih akan di suplai oleh Propinsi. “Intinya kesehatan tubuh tetap harus dijaga dengan vitamin dan banyak istirahat disamping tetap disiplin penerapan protokol kesehatan, dengan harapan tidak mengarah pada gejala berat,”ucapnya.

Disisi lain, dr. Susila juga mengatakan sejauh ini untuk varian Omicron memang belum terdeteksi di kabupaten Tabanan. Ini berdasarkan hasil uji spesimen (sampel) dari pasien Covid19 yang dikirimkan ke lab pusat Jakarta. “Setiap yang positif kita ambil sampelnya kita kirim ke Jakarta, sampai beberapa minggu lalu belum ada Omicron, yang terakhir belum tahu, semoga saja tidak,”pungkasnya.(kmb28)