Omicron Masuk Indonesia, Satgas Ingatkan Prokes

KETATKAN KEWASPADAAN : Tim Yustisi Kota Denpasar mengetatkan kewaspadaan dan disiplin prokes mengingat varian Omicron telah masuk ke Indonesia/Bali Express-Krisna Pradipta

 

 

Omicron Masuk Indonesia, Satgas Ingatkan Tingkatkan Kewaspadaan dan Prokes Jangan Kendor

 


DENPASAR, BALI EXPRESS - Pasien pertama di Indonesia yang terpapar Covid-19 varian Omicron telah dikonfirmasi. Varian baru itu disebutkan lebih cepat penyebarannya. Untuk itulah, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar mengingatkan masyarakat agar tingkatkan kewaspadaan apalagi menjelang perayaan Nataru. 

Terkait hal ini, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi menjelaskan masyarakat agar tidak panik dengan adanya varian baru ini. Selain tingkatkan kewaspadaan, penerapan prokes di lingkungan sehari-hari jangan sampai dikendurkan. 

"Tetap tenang, jangan panik dan selalu waspada. Semua varian yang ada hanya bisa dicegah dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat," ungkap Dewa Rai, Minggu (19/12).

Terlebih saat ini menjelang perayaan Natal 2021 dan menyambut Tahun Baru 2022, pihaknya meminta masyarakat tidak beruphoria terlalu berlebihan, terutama saat malam pergantian tahun. "Jika semua masyarakat bisa menerapkan prokes dengan ketat, pasti akan bisa menghindari paparan virus tersebut, karena kita tidak tahu siapa yang membawa virus. Apalagi varian yang baru ini tiga kali lebih cepat penularannya," tegasnya. 

Satgas Kota bersama Pemkot Denpasar juga meningkatkan intensitas pengawasan prokes. Tim Yustisi juga akan semakin gencar melakukan pemantauan maupun sidak di titik-titik yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Selain itu, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 juga terus digenjot.

"Siang dan malam Satgas akan bekerja memperketat pengawasan dan monitoring aktifitas masyarakat jelang akhir tahun. Selain itu, yang terpenting adalah kesadaran dan ketaatan masyarakat bersama secara kolektif," ujarnya. 

Selain itu, Pemkot Denpasar juga tidak menggelar pesta akhir tahun yang biasanya dilakukan menjelang malam pergantian tahun agar tidak menimbulkan kerumunan. Acara tersebut biasanya dirangkai dengan Denpasar Festival (Denfest), pada saat penutupan. 

Ada dua acara yang digelar Pemkot Denpasar untuk perayaan tahun baru yakni melepas matahari dan juga malam penyambutan tahun baru. Akan tetapi, untuk tahun baru 2022 ini, tak ada perayaan tersebut. Hal ini dikarenakan pelaksanaan Denfest sudah dimajukan pada 10-23 Desember 2021 dan juga masih dalam suasana pandemi agar tak menimbulkan kerumunan.

Sementara Tim Yustisi Kota Denpasar yang dikonfirmasi terpisah mengatakan pihaknya akan meningkatkan intensitas sidak penerapan disiplin prokes baik siang maupun malam. Dalam penerapannya nanti, pihaknya melibatkan juga Satgas Desa/Kelurahan di masing-masing wilayah. “Jangan sampai ada lonjakan baru, apalagi varian Omicron ini sudah masuk ke Indonesia. Dan diperlukan juga keasadaran masyarakat dalam membantu pemerintah untuk meminimalisir penyebaran Covid-19,” ungkap Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga. (dip)