Capai 100 Juta Dosis Vaksinasi

Tampilan konten halaman 2

 

Pelaksanaan PPKM di level mikro, pelibatan TNI-Polri dan program percepatan vaksinasi serta  ketersediaan vaksin Covid-19 adalah strategi yang dipimpin langsung oleh  Presiden Joko Widodo dalam menangani pandemi. 
Hal itu ditegaskan oleh Ketua KPCPEN (Komite Penanganan Covid-19 dan pemulihan Ekonomi Nasional) Airlangga Hartarto menyikapi keberhasilan Indonesia menembus lebih dari 100 juta vaksinasi Covid-19, sejak Agustus lalu.
 “Dalam penanganan Covid-19, Indonesia juga menekankan disiplin protokol Kesehatan (prokes) yang ketat, terutama dalam  menggunakan masker. Juga menerapkan aplikasi PeduliLindungi untuk masuk dalam kegiatan berisiko, seperti di fasilitas umum, mall , atau kegiatan ibadah,” kata Airlangga.
Pencapaian vaksinasi yang baik ini juga dimungkinkan karena kerja sama berbagai pihak, terutama kesadaran masyarakat yang tinggi. 
Saat ini total vaksinasi Covid-19 di Indonesia sudah mencapai lebih dari  100 juta dosis. Capaian tersebut merupakan kombinasi total vaksinasi dosis pertama, vaksinasi dosis kedua dan booster vaksin. 
Dari data yang dilansir 19 September, total capaian vaksinasi dosis pertama adalah 79,5  juta dosis dan vaksinasi dosis kedua adalah 45,1  juta dosis, dan vaksinasi untuk dosis ketiga adalah 855.804 dosis, yang secara khusus diberikan untuk tenaga Kesehatan (nakes).  
Pencapaian 100 juta vaksin  menjadi tonggak penting bagi salah satu negara yang paling terkena dampak Covid di dunia dengan sekitar 270 juta penduduk  dan geografi kepulauan yang menantang. Sejak 31 Agustus 2021, Indonesia menjadi salah satu dari tujuh negara yang telah mencapai prestasi vaksinasi 100 juta dosis tersebut.
Satu hal yang layak disoroti di Indonesia adalah kekuatan kemitraan; orang-orang yang bekerja sama untuk tujuan bersama. Bank Dunia  bahkan menyebut 100 juta dosis adalah tonggak penting dan tidak dapat dicapai tanpa kerja keras yang luar biasa oleh tim dan komunitas di seluruh Indonesia.
Pemerintah Indonesia layak mendapat pengakuan ini sebut Bank Dunia dalam rilisnya. Pasalnya Indonesia  berhasil mengoordinasikan sumber daya kesehatan di seluruh negeri dan telah mengalokasikan 14,9 miliar dolar AS (Rp212 triliun) untuk respons sektor kesehatannya sejauh ini. Indonesia juga menjadi salah satu negara pertama di dunia yang mengumumkan vaksinasi Covid-19 gratis untuk penduduk dewasanya.
Program vaksinasi di Indonesia baru-baru ini diperluas untuk mencakup kelompok usia 12-17 tahun dan saat ini memberikan lebih dari 1,2 juta dosis per hari. Jumlah ini  hampir meningkat 10 kali lipat sejak pertengahan Mei 2021. Meskipun masih jauh, Pemerintah berambisi untuk  mendorong vaksinasi di seluruh negeri pada kuartal pertama tahun 2022.
Bank Dunia  menyatakan ingin berbagi  wawasan berharga yang diyakini telah membantu Indonesia mencapai posisi ini.
Pertama, tindakan tepat waktu dan tegas, karena  Indonesia menyadari pentingnya vaksinasi tepat waktu untuk mengurangi dampak pandemi dan bekerja cepat untuk mendapatkan vaksin yang cukup bagi penduduknya segera setelah tersedia . Sementara kekurangan vaksin global telah menjadi masalah utama bagi negara-negara lain, Indonesia telah mampu mengamankan pasokan yang stabil dan secara signifikan meningkatkan program vaksinasinya.
Pembiayaan yang adaptif, memadai, dan fleksibel  yang mengkoordinasikan sumber daya untuk memerangi pandemi itu mahal, kompleks, dan dinamis, karena prioritas terus berubah. Pemerintah telah membuat komitmen yang signifikan untuk sektor kesehatan, untuk pemulihan ekonomi, dan terhadap mitigasi dampak sosial, yang berjumlah lebih dari  50 miliar dolar AS sejauh ini. Komitmen ini telah diperoleh dari anggaran pemerintah melalui prioritas ulang, dan juga dengan memobilisasi sumber daya eksternal.
Bank Dunia adalah lembaga pertama yang menawarkan pembiayaan darurat untuk respons COVID-19 di Indonesia pada awal Maret 2020. Atas permintaan pemerintah, pembiayaan disalurkan melalui program inovatif untuk Operasi Hasil; mungkin pertama kali ini digunakan dalam keadaan darurat di mana pun di dunia.
Model pembiayaan ini telah menawarkan fleksibilitas yang lebih besar dalam cara mencapai hasil, sambil memastikan pengeluaran diprioritaskan dan akuntabel. Pendekatan ini telah memberikan hasil yang tepat sasaran untuk sistem kesehatan Indonesia, khususnya kemampuan kesiapsiagaan darurat rumah sakitnya, dan pelaksanaan program vaksinasinya.
Sementara pencapaian  100 juta dosis selain layak untuk diakui, penting juga untuk disadari bahwa menjangkau populasi yang tersisa mungkin merupakan tantangan terbesar. Misalnya, ada daerah terpencil di negara yang tingkat vaksinasinya lebih rendah, dan informasi yang salah serta keraguan masih menghalangi orang untuk mendapatkan suntikan.
Bank Dunia juga terus mendukung tanggap darurat Covid- 19 di Indonesia melalui berbagai cara, termasuk meningkatkan bantuan sosial dan memperkuat ketahanan sektor keuangan.
Tentu masih banyak yang harus dilakukan, tetapi Bank Dunia  menyatakan tetap yakin bahwa  Indonesia dan Bank Dunia akan mengatasi tantangan bersama. Berat sama dipikul ringan sama dijinjing!* Oleh : Teguh Aditya