300 Warga Bayang Ikuti Vaksinasi

Salah seorang warga tengah menjalani vaksinasi Covid-19 di UDKP Kantor Camat Bayang Pessel, Jumat( 15/10).

 

PESSEL,HALUAN-  Tiga nagari di Kecamatan Bayang, Pesisir Selatan ( Pessel) menggelar vaksinasi  masal Covid-19 masal, di ruang UDKP Kantor Camat Bayang,Jumat( 15/10)Alhasil, sebanyak 300 masyarakat mengikuti vaksinasi tersebut.

Kegiatan  vaksinasi Covid-19 tersebut  di buka oleh camat Bayang Deny Suryati, dihadiri oleh Polsek Bayang, Dandramil 06 Bayang, para wali nagari dan perangkatnya,para peserta vaksin di 3 nagari , yakni nagari Api-Api, Nagari Sawah Laweh dan nagari Pasar Baru.  

Camat Bayang Pesisir Selatan (Pessel) Deny Suryati menyebutkan, warga mengikuti vaksinasi Covid-19 cukup dibanggakan, bahkan melebihi  target yang telah ditetapkan.Meskipun  dalam pelaksnaan Vaksinasi Covid-19 tersebut, masyarakat rela menunggu dari pagi untuk di vaksin dengan  mendapat mengawalan ketat oleh petugas.

Pemberian vaksinasi Covid-19 tersebut cukup mendapat antusias masyarakat, semula para peserta  hanya 50 orang  per-nagari, nampun dalam pelaksanaanya melebihi target yang telah ditetapkan mencapai 300 orang  untuk di vaksin.

“Masyarakat dimbau untuk tidak takut divaksin,Vaksin itu bukan untuk pemerintah tapi untuk melindungi diri kita sekdiri,keluarga dan lingkungan masyarakat terdekat kita.vaksinasi merupakan salah satu cara agar bisa lepas dari pandemi Covid-19,” ucapnya.

Para  peserta yang hadir harus mematuhi prokol kesehatan ( Prokes), memakai masker, mengatur jarak dan mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir yang telah disediakan oleh panitia.Guna mencegah dari penularan virus Covid-19.

Ia menyebutkan, masyarakat rela menunggu  dari pagi sampai selesai menjelang syalat Jumat untuk dapat divaksin. Hal ini dilakukan agar mereka bisa divaksin sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh pihak kecamatan.

Sebelum pelaksanaan vaksin  dimulai, para peserta dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh medis, pengukuran suhu tubuh dan lainya.Hal tersebut untuk mengetahui  para peserta ada memiliki penyakit lain yang dapat membahayakan keselatannya.(h/mjn)