Menkes Sosialisasikan Pencegahan Covid-19 di RS Unand

Kliping Berita

 

PADANG,HALUAN- Menteri Kesehatan(Menkes)Indonesia Budi Gunadi sosialisasikan cara pencegahan Covid-19 kepala Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat, Selasa ( 12/10)saat melakukan kunjungan ke rumah sakit Unand. Selain itu Menkes juga mendengarkan kendala yang dihadapi kabupaten dan Kota melakukan vaksinasi.

“ Ada beberapa daerah yang menyampaikan kendala yang dihadapi saat melakukan vaksinasi di daerahnya. Seperti Mentawai, untuk mencapai satu Pustu(Puskesmas pembantu)mereka membutuhkan biaya yang mahal untuk melakukan vaksin.

Kemudian SDM untuk melakukan  vaksinasi kurang serta sinyal internet yang susah menyebakan pelaporan sulit,”ujar Direktur RS Unand Yevri Zulfikar.Budi Gunadi mengatakan dibutuhkan strategi khusus untuk melandaikan kurva penularan wabah Covid-19.

“Pertama yaitu deteksi dengan cara meningkatkan tes epidemologi dan tes screening. Kemudian meningkatan rasio kontak erat yang dicakak dengan melibatkan babinsa  dan bhabinkamtibmas serta surveilans gemonik di daerah-daerah yang berpotensi loncakan kasus,”ujar Budi.

Strategi  selanjutnya  menuut Budi adalah  terapeutik dengan memastikan konversi tempat tidur 30-40 persen dari kapasitas rumah sakit dan pemenuhan suplai alat kesehatan  dan sumber daya manusia.

“ Mengerahkan tenaga cadangan seperti dokter intersip, kaos dan mahasiswa tingkat akhir. Pengetatan syar masuk rumah sakit, seperti saturasi kurang dari 95 persen sesak nafas. Diawali oleh tenaga aparat atau relawan, agar hanya kasus sedang,berat, kritis di rumah sakit.Meningkatkan pemamfaatan  isolasi terpusat,” ujarnya.

Strategi ketiga yaitu vaksinasi dengan alokasi 50 persen di daerah-daerah dengan kasus  dan mobilitas tinggi.Sentra vaksinasi di berbagai tempat yang mudah diakses oleh publik.Syarat kartu vaksinasi bagi pelaku perjalanan  dan diruang fasiliats publik.Percepatan vaksinasi pada kelompok rentan , termasuk lansia dan orang dengamn  komorbid.

“Kita mengimbau  masyarakat untuk tidak takut di vaksin,  vaksin itu bukan untuk pemerintah tapi untuk melindungi deri sendiri, keluarga dan orang-orang terdekat kita. Vaksinasi merupakan salah satu cara agar bisa lepas dari pandemi ini,” ujarnya.

Selain itu,Menkes juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi  protokol kesehatan. Protokol kesehatan disusun sebagai dasar tatanan  hidup baru.Penyusunan  protokol kesehatan berdasarkan 3 standar, yaitu standar jumlah,akvitas, dan prilaku.

“ Standar jumlah yaitu pengaturan kapasitas  publik untuk memastikan penerapan jaga jarak  minimal 1,5 meter. Sedangkan  standar aktivitas yaitu asesmen terhadap titik  penularan Covid-19 seperti ventilasi,durasi(kegiatan berkumpul dengan orang lain dengan waktu lama ), masker dan sentuhan.Kemudian standar prilaku seperti mengunakan masker rangkap, jaga jarak dan selali mencuci tangan,tuturnya (h/mjn)