CAPAIAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI ATAS TARGET; Tren Semakin Membaik, Bangun Sikap Optimisme

capture berita SKH KR/Ardhi Wahdan

 

YOGYA - Pertumbuhan ekonomi di Kota Yogya dalam kurun waktu triwulan pertama tahun ini berhasil melampaui target. Tingkat kecenderungan atau trennya pun semakin membaik sehingga menjadi momentum dalam membangun sikap optimisme di tengah masyarakat.

Walikota Yogya Haryadi Suyuti, mengungkapkan optimisme yang terbangun di masyarakat akan mendorong produktivitas kinerja. "Trennya mulai membaik. Makanya ayo slogan Segoro Amarto atau Semangat Gotong Royong Agawe Majune Ngayogyakarta ini kita gaungkan. Gandeng Gendong juga kita jalankan. Jangan terlalu larut dengan Covid-19," tandasnya didampingi Sekda Kota Yogya Aman Yuriadijaya dan Direktur Utama Bank Jogja Kosim Junaedi, Kamis (10/6).

Pertumbuhan ekonomi secara nasional ditargetkan 6 persen. Sedangkan pada triwulan pertama di Kota Yogya maupun level DIY mencapai 6,14 persen atau tertinggi di Indonesia. Sektor telekomunikasi menjadi penyumbang terbesar seiring meningkatnya penggunaan data internet. Begitu pula daya beli atau konsumsi masyarakat yang mulai membaik. Hanya sektor akomodasi termasuk transportasi masih belum menunjukkan angka positif.

Haryadi berharap, semakin meningkatnya pertumbuhan ekonomi dapat diimbangi dengan semakin menurunnya angka Covid-19. Diakuinya, laju pertambahan Covid-19 masih cukup fluktuatif bahkan beberapa daerah menunjukkan terjadi lonjakan. Oleh karena itu dirinya mengimbau warga tidak lengah meski sudah divaksin. "Harus tetap semangat dan menjaga protokol kesehatan. Kalau muncul jiwa optimisme maka kita pasti bisa mengatasi ini. Jadi ada semangat baru dan kebiasaan baru," imbaunya.

Sejak awal terjadi pandemi, lanjutnya, pola penanganannya konsisten mengacu dua aspek yakni pengendalian kasus dan pemulihan ekonomi. Sehingga ketika pemulihan ekonomi mulai membaik harus diantisipasi agar tidak mengendurkan protokol kesehatan. Khususnya setiap kegiatan yang menimbulkan kerumunan. Dicontohkannya program restoran cepat saji yang terbukti menimbulkan kerumunan hingga ditutup sementara oleh tim satgas. "Program apa pun baik diskon atau memberi jangan lantas menimbulkan kerumunan. Memberi itu kan menghormati yang diberi, jadi ada caranya," tandasnya.

Sementara Sekda Kota Yogya Aman Yuriadijaya, menjelaskan percepatan pemulihan ekonomi salah satunya ditopang oleh kemampuan masyarakat beradaptasi dalam berbagai situasi. Fasilitasi pelaku UMKM dan pedagang pasar dalam menjual produknya secara digital merupakan upaya yang dilakukan Pemkot guna membantu bertahan dalam masa sulit serta masa depan bisnis yang terjamin.

Selain melibatkan pihak swasta, layanan di internal Pemkot Yogya juga lebih banyak memanfaatkan platform digital melalui Jogja Smart Service (JSS). Sehingga masyarakat akan terbiasa dengan digitalisasi karena situasi dunia saat ini yang banyak menggantungkan kemampuan digital. "Kita menandaskan kesehatan sebagai modal kerja untuk pemulihan ekonomi. Secara operasional teknis dicari keseimbangan agar suasana dalam penanganan kesehatan tetap mampu jadi situasi kondusif untuk pemulihan ekonomi. Begitu pula digitalisasi UMKM yang terus kita dorong karena sudah menjadi kebutuhan pada era masa kini," urainya. (Dhi)